cari cari ...

Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Wednesday, June 13, 2012

Detik-detik Tegaknya Kembali Khilafah


Detik-detik Tegaknya Kembali Khilafah

Khilafah 'Alaa Minhajin Nubuwwah Insya-Allah Kembali Setelah Hancurnya 'Mulkan Jabariyah'

Mulkan Jabariyyah masih ada sekarang. Salah satunya adalah Saudi Arabia. Begitu jelas rezim ini berwala kepada Amrikiyyah dengan kontrak senjata yg ia miliki bernilai jutaan dollar dan membiarkan pasukan salibis zionis untuk memiliki basis di Dahran [Saudi akan hancur bila tidak kuffar itu melindungi rezim ini]. Janji dari rezim Saudi di satu pertemuan Rabithah al-Alamiyah bahwa militer Amerika akan hengkang nyatanya sampai sekarang mereka masih bercokol di Haramain! Yang ini memudahkan dan memfasilitasi penyerangan atas negeri muslim lainnya di Jazirah Arab. Padahal dengan jelas bahwa kuffar harb dilarang untuk menguasai Haramain, dilarang untuk mengusai wikayah Islam secara umum apalagi Haramain.

Raja Abdul Aziz sudah hampir buta dan menggunakan tongkat selama beberapa tahun terakhir hidupnya sebelum mati di Taif, Arab Saudi pada tanggal 9 November 1953.
Thn 1930-an Abdul Aziz berhasil menipu para mujahidin dengan merayu agar mereka mundur dari al-Aqsa yg kala itu hampir dikuasai para mujahidin dan Inggris sudah kewalahan membendung para mujahidin. Abdul Aziz memberi jaminan Inggris akan keluar. Namun hanyalah tipudaya yang menyesatkan dengan akhirnya Israel berdiri tahun 1948.

Begitu juga Saudi menangkapi Ulama yg benar-benar pewaris nabi. Tercatat thn 2000-an Syaikh Muhamad al Mohaysany ditangkap setelah berdoa untuk kemenagam Ummat atas penjajahan dan agresi Zionis Salibis dan berdoa utk keruntuhan kerajaan-kerajaan Thagut yang bersekongkol dengan Amerika. Begitu juga Ulama seperti Salman al-Audah dll. Ulama ini tak gentar untuk berkata benar walau harus dipenjara seperti halnya Salafus Shalih, Ibnu Taymiyyah ysng pernah dipenjara.

Saudi selalu bersembunyi dengan 'Kederwanannya' dalam mengurusi Masjidil Haram. Seperti halnya Quraish dahulu yg menguasai Masjidil Haram pada masa Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam namun memusuhi Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sahabat. Pesan untuk Saudi adalah Qur'an surat At-Taubah 9:19.


أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَوُونَ عِندَ اللّهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."

Apakah sama rezim yg berwala kepada Amerika sang penjagal Ummat yang paling sengit pemusuhannya kepada Ummat dengan mereka yang berjihad melawan Amerika?

Demikianlah.., setelah mulkan jabariyyah seperti Saudi ini runtuh maka Khilafah Ala minhajin nubuwwah inyaAllah akan didirikan kembali oleh Ummat seluruh dunia.


Akhir perang Irak dan pemerintah Saddam Hussein berarti misi militer Amerika di sini sudah berakhir.
Air Force Maj. Gen. Robert J. Elder Jr. at the deactivation ceremony for the 363rd Air Expeditionary Wing, Prince Sultan Air Base, August 26, 2003



تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

"MASA KENABIAN itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendakinya untuk mengangkatnya. Kemudian masa KHILAFAH ALAA MINAJIN NUBUWWAH, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADHON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH, kemudian beliau diam." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Sumber:http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/info/realy/khilafah.htm  Detik-detik Tegaknya Kembali Khilafah

Monday, June 11, 2012

Jika Khilafah Tegak, APBN 2012 Bisa Surplus Rp451 T



Jika khilafah diterapkan, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Indonesia bisa surplus Rp451 triliun. Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Dr Muhammad Rahmat Kurnia MSi pada Konferensi Tokoh Ummat, Ahad (10/06/2012) di Pekanbaru.

Perkiraan itu berbanding terbalik dengan APBN-Perubahan yang dikeluarkan pemerintah dimana APBN 2012 mengalami defisit 190,1 triliun.

Selengkapnya ia menyajikan data penerimaan di APBN-P senilai RpRp. 1.358,2 triliun dengan sumber terbesar dari pajak Rp1.012 triliun (74.5%), sedangkan belanja negara Rp1.548,3 triliun.

Sementara itu, lanjutnya, dalam APBN Khilafah, prediksi penerimaan negara sebesar Rp. 1.999 triliun. Sedangkan belanja negara disamakan dengan APBN-P Rp. 1.548,3 triliun.

Ditambahkannya, perkiraan pendapatan APBN Khilafah berasal dari bagian kepemilikan umum yang seluruhnya dikuasai oleh negara seperti minyak
Rp 288,7 triliun, gas Rp331,1 triliun, batubara Rp236,5 triliun, emas dan mineral logam lainnya Rp70 triliun, BUMN kelautan Rp73 triliun dan hasil hutan Rp1.000 triliun.

Penerimaan APBN khilafah bisa lebih besar lagi jika semua elemen pendapatan dimasukkan seperti shadaqah, kharaj, fa'i dan lainnya sesuai ketentuan syara'.

'Jadi sistem khilafah lebih menyejahterakan (dibanding sistem kapitalis, red),'' ujarnya. Dalam Islam pengaturan penerimaan dan pengeluaran negara dikendali melalui Baitul Maal.

Konferensi bertema ''Khilafah Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan'' itu turut pula menjadi pembicara Founder Dinar Coach International Samsul Arifin dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau Drs Abrar MSi, Ak.

Sementara Samsul Arifin menjelaskan bahwa sumberdaya alam strategis yang menjadi hajat hidup orang banyak adalah milik umum. Haram menyerahkannya pada swasta apalagi asing.

Menurutnya, negara hanya memiliki hak kelola bukan menguasai dan keuntungan pengelolaan SDA dikembalikan kepada pemiliknya yakni rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung. Ditambahkannya akuntabilitas pengelolaan SDA dalam Islam hanya akan terwujud secara sempurna jika diikuti penerapan Islam secara totalitas dalam bingkai khilafah Islam. Ia mengemukakan pemilik sejati harta yang ada di alam ini adalah Allah SWT, sedangkan manusia memiliki hak kepemilikan atas ijin dari Allah SWT untuk dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Allah.

Sementara itu Abrar melalui makalahnya bertajuk Kesalahan Model Kapitalisme dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Energi memaparkan sistem kapitalis menyebabkan penguasaan SDA di Indonesia dikuasai oleh swasta. Ia menyebutkan 88,8% pertambangan migas dikuasai asing, emas dan tembaga dikuasai PT. Freeport dan PT. Newmont. Sementara batu bara dan pengusahaan hasil hutan hampir semua dikuasai swasta asing dan nasional.

Dari penguasaan itu, pemerintah hanya mendapat royalti dari emas dan tambang sebesar 3,75 persen, batu bara 13,5 persen. Sudahlah mendapat royalti kecil, cost recovery yang mesti ditanggung pemerintah mencapai Rp345,9 triliun. Abrar menegaskan, dampak dari itu adalah minimnya pendapatan pemerintah dari SDA.

"Dalam APBN 2012 hampir 80 persen pengeluaran negar dibiayai dengan pajak yang jelas-jelas akan menambah beban rakyat,'' ujarnya.

Penyajian tiga pembicara itu bermuara pada kesimpulan yang sama, untuk mengubahkan keadaan tersebut maka hendaknya kembali kepada sistem Islam. Hal itu pula yang disampaikan Kordinator Wilayah Sumatera DPP HTI Dede Tisna K Saputra dalam pidato politiknya di akhir konferensi dengan mengatakan, ''Mengenai bobroknya sistem kapitalisme yang diterapkan, bagi kaum muslimin tidak sulit untuk mencari penggantinya, karena pengganti yang menjadi solusi itu tidak jauh, bahkan amat dekat, yaitu Islam,'' ungkap Dede.

Senada dengan itu, budayawan Riau UU Hamidy yang dijemput memberi testimoni menyebutkan dalam budaya Melayu yang bersendikan syara', syara' bersendi kitabullah, pengelolaan sumberdaya alam diatur dengan sistem yang menguntungkan rakyat. Ia mencontohkan, dulu masyarakat adat bisa memenuhi keperluan hidupnya dari alam.*/Idris

sumber: http://www.hidayatullah.com/read/23090/11/06/2012/rahmat:-jika-khilafah-tegak,-apbn-2012-bisa-surplus-rp451-t.html Jika Khilafah Tegak, APBN 2012 Bisa Surplus Rp451 T

Saturday, June 9, 2012

Makalah: Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi, Sumbangan Islam Untuk Indonesia

Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi, Sumbangan Islam Untuk Indonesia

I. Kekayaan Alam dan Energi Indonesia serta Kesalahan Model Pengelolaannya.

Indonesia merupakan negara yang besar. Luas wilayah teritorial Indonesia sekitar 5 juta km2. Sekitar 1,9 juta km2 berupa daratan sedangkan 3,1 juta km2 berupa lautan. Jika ditambah dengan zona ekonomi eksklusif, luas wilayah Indonesia menjadi lebih dari 7,5 juta km2, dengan luas wilayah laut menjadi 5,8 juta km2.

Bila kita sandingkan peta Indonesia di daratan Eropa maka wilayah Indonesia meliputi Inggris sampai dengan sebagian wilayah Rusia. Indonesia memiliki penduduk dengan jumlah 240 juta jiwa, kurang lebih sama dengan jumlah penduduk seluruh negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa. Berdasarkan jumlah penduduk, Indonesia berada pada urutan keempat terbesar di dunia setelah RRC, India dan Amerika Serikat.

Kekayaan Alam Indonesia

Berbicara kekayaan alam, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Kekayaan hayati Indonesia seperti hutan, luasnya yang tersisa menurut Bank Dunia sekitar 94.432.000 ha pada tahun 2010. Sekitar 31,065,846 ha diantaranya adalah hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Indonesia memiliki 10 % luas hutan tropis yang masih tersisa.

Indonesia juga memiliki Kekayaan laut yang besar, Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 dengan panjang garis pantai 81.000 km. Sekitar 7% (6,4 juta ton/tahun) dari potensi lestari total ikan laut dunia berasal dari Indonesia. Kurang lebih 24 juta ha perairan laut dangkal Indonesia cocok untuk usaha budidaya laut dengan potensi produksi sekitar 47 juta ton/tahun. Kawasan pesisir yang sesuai untuk usaha budidaya tambak diperkirakan lebih dari 1 juta ha dengan potensi produksi sekitar 4 juta ton/tahun.

Produksi ikan tangkap mencapai Rp 18,46 triliun. Benih ikan laut mencapai Rp 8,07 milyar. Budidaya laut mencapai Rp 1,36 triliun. Sementara itu, pencurian ikan oleh kapal-kapal asing mencapai nilai 4 miliar US$ (sekitar 34 triliun rupiah) per tahun.

Lapangan usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan secara bersama berkontribusi sebesar 14,7 % dari PDB Indonesia tahun 2011 yang mencapai Rp. 7.427,1 triliun.

Kekayaan Mineral Indonesia
Indonesia merupakan produsen terbesar kedua untuk timah, terbesar untuk tembaga, kelima untuk nikel, ketujuh untuk emas dan batu bara.

Indonesia memproduksi di atas 790.000 ton konsentrat tembaga pada 1999. Produksi tersebut dihasilkan dari pertambangan Grasberg yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh PT Freeport Indonesia milik perusahaan asal AS Freeport-Mcmoran.

Tambang Grasberg yang terletak di Tembagapura memiliki cadangan 2.500 metrik ton, yang mengandung 1,13 persen tembaga, 1,05 gram per ton emas, dan 3,8 gram per ton perak.

Tambang tembaga Batu Hijau di Pulau Sumbawa dikembangkan dengan investasi sekitar 1,9 miliar US $ oleh PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT). Cadangan diperkirakan 1.000 metrik ton terdiri dari tembaga 0,52 persen dan emas 0,4 gram per ton. Masa tambang Batu Hijau diperkirakan bisa sampai 25 tahun. Produksi per tahun mencapai 245.000 ton tembaga dan 18 ton emas.

Newmont juga memiliki 80 persen saham di pertambangan emas Minahasa, yang berproduksi di atas delapan ton emas dan 340 kg perak pada tahun 1998. Produsen perak dan emas utama lainnya adalah tambang Kelian Equatorial di Kalimantan Timur dan Indomuro Mine di Kalimantan Tengah.

Kekayaan sumber daya energi Indonesia

Indonesia memiliki sumber daya energi berupa minyak bumi, batubara, gas alam, geotermal, energi terbarukan dan nuklir. Potensi sumber energi Indonesia, kemanfaatan dan perkiraan usia produksinya dapat dilihat pada Tabel 1.

Indonesia menjadi negara pengekspor batu bara ketiga terbesar di dunia setelah Australia dan China. Indonesia mengekspor 64 metrik ton batubara pada tahun 2001, dari total produksi 92 metrik ton. Cadangan batu bara Indonesia diperkirakan 35 miliar ton dan sudah terbukti sebanyak 23 miliar ton.

Tabel 1. Potensi sumber energi nasional Indonesia tanpa penemuan cadangan baru
 

Ironi Negara Indonesia

Sekalipun Indonesia memiliki sangat banyak kekayaan sumber daya alam, dalam kenyataannya Indonesia adalah negara dengan penduduk miskin besar. Berdasarkan data dari biro pusat statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2005 mencapai 51,2 juta jiwa (23 % penduduk Indonesia pada tahun itu yang mencapai 221 juta jiwa). Jumlah ini bertambah menjadi 60 juta pada tahun 2006. Berdasarkan standart kemiskinan bank dunia, yaitu pendapatan kurang dari US$ 2 (Rp 19.000,-) per hari, jumlah penduduk miskin Indonesia menjadi 110 juta jiwa (48 %).

Hampir 6 juta penduduk Indonesia tidak memiliki rumah. Sejumlah 16 sampai 17 ribu penduduk tinggal di rumah tak layak huni. Lebih dari 50 persen penduduk tidak memiliki akses terhadap air bersih; lebih dari 25 persen balita kekurangan gizi; buta huruf mencapai 9,55 persen atau 14,7 juta. Jumlah pengangguran telah mencapai 40 juta orang (25 persen angkatan kerja). Dari tahun ke tahun, angka ini terus meningkat, yakni sekitar 8,1 persen pada tahun 2001, 9,86 persen pada tahun 2004 dan 10,9 persen pada tahun 2005. Prevalensi balita gizi buruk dan gizi parah hingga tahun 2003 sebesar 27,5 persen.

Selain itu Indonesia terlilit hutang, dalam pagu APBN-P 2012 untuk pembayaran cicilan utang (pokok dan bunganya) mencapai Rp 322,709 triliun, terdiri dari cicilan pokok utang Rp 200,491 triliun dan cicilan bunga Rp 122,218 triliun.

Indonesia betul-betul sudah terlilit utang, walaupun akumulasi pembayaran cicilan utang baik bunga maupun pokok selama 12 tahun antara tahun 2000-2011 mencapai Rp 1.843,10 triliun, tapi anehnya, jumlah utang negara tidak berkurang tapi justru bertambah. Tercatat utang Indonesia pada tahun 2010 atau era Presiden SBY masih sebesar Rp 1.677 triliun. Pada tahun anggaran 2011 utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.803 triliun dan per maret 2012 mencapai Rp 1.859,43 triliun bahkan terus meningkat hingga tahun berjalan 2012 utang Indonesia sudah mencapai Rp 1.937 triliun.

Utang ini menjadi perangkap bagi Indonesia hingga dikuasai oleh kepentingan para kapitalis.

Salah Kelola

Pertanyaan muncul mengapa terjadi kontradiksi ? Mengapa kekayaan sebesar itu tidak cukup untuk memakmurkan rakyat Indonesia? Jawabannya adalah bahwa sebagian besar kekayaan tersebut telah dikuasai oleh swasta, terutama perusahaan swasta asing melalui perusahaan transnasional.

Dari daftar yang dikeluarkan BP-Migas sendiri terlihat bahwa penguasaan 56 kontrak kerjasama minyak dan gas di Indonesia mayoritasnya adalah asing (BPMIGAS.com).

Perusahaan seperti ExxonMobil bisa mendapatkan keuntungan total dari penjarahan di berbagai negeri hingga $36,1 miliar pada tahun 2005. BP-Amoco yang memproduksi 10 persen gas nasional Indonesia bisa mengeruk keuntungan US $1,3 miliar per tahun. PT. Freeport McMoran Indonesia (PTFI) mendapatkan keuntungan US $ 934 juta untuk tahun 2004 dan meningkat dari tahun ke tahun tercatat pada tahun 2009, laporan keuangan Freeport McMoran (FCX) menyatakan keuntungan PTFI adalah US$ 4,074 miliar, sedang penerimaan negara melalui pajak dan royalti adalah sekitar US$ 1,7 miliar lebih kecil dari keuntungan PTFI. Dalam kasus PT Freeport Indonesia, dari tambang di Papua tersebut Indonesia seharusnya mendapatkan keuntungan Rp 50 – 100 triliun per tahun, andai pengelolaan tambang itu dikelola oleh negara bukan swasta.

Pendapatan Bruto yang diperoleh perusahaan tambang Newmont mencapai nilai triliunan per hari. Tahun 2003 perusahaan ini memproduksi juta 3.390 ton tembaga per hari atau 3.390.000 kg per hari. Jika harga per kg sebesar Rp. 766.666,67, maka nilai pendapatan Bruto Newmont mencapai Rp. 2.599.000.011.300 per hari setara Rp. 948,635 triliun per tahun atau 2/3 APBN Indonesia setahun. Mereka berlimpah harta dari hasil menambang kekayaan alam Indonesia, para direktur tambang perusahaan imperialis umumnya menerima gaji antara US $ 200,000–US $300,000 per bulannya. Sementara penduduk-penduduk sekitar tambang hidup dengan penghasilan di bawah US $1/hari. Inilah dampak dari kesalahan kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.

Kesalahan pengelolaan kekayaan alam dan energi ini terjadi karena Indonesia memilih sistem kapitalisme dan sistem pemerintahan demokrasi. Pemerintahan demokrasi di masa orde baru dan era reformasi telah menjual kekayaan alam Indonesia kepada pihak asing, melalui berbagai produk Undang-undang seperti UU Migas, UU Minerba, UU Penanaman Modal Asing dan sebagainya.

Semua undang-undang ini memberi peranan besar kepada swasta dan kapitalisme asing, disahkan oleh DPR tanpa ada upaya pencegahan sedikitpun. Semua ini berasas pada kepercayaan para penguasa dan pejabat di Indonesia kepada sistem ekonomi liberalisme dan mekanisme pasar. Ditambah lagi dengan mental korup dimana mereka yang hanya berfikir untuk kepentingan dirinya saja.



II. Model Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi dalam Islam.

Sebagai sebuah ideologi, Islam memiliki sistem ekonomi yang khas. Di dalamnya ada konsep bagaimana mengelola sumber daya alam ini.

Menurut pandangan Islam, hutan, air, dan energi adalah milik umum. Ini didasarkan kepada hadits Rasulullah SAW:

‘‘Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api“ (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah) (Imam Asy Sayukani, Nayl al Authar, halaman 1140)

Maka, pengelolaannya tidak boleh diserahkan kepada swasta (corporate based management) tapi harus dikelola sepenuhnya oleh negara (state based management) dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk.

Untuk pengelolaan barang tambang dijelaskan oleh hadits riwayat Imam At-Tirmidzi dari Abyadh bin Hamal yang menceritakan, saat itu Abyad meminta kepada Rasul SAW untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul meluluskan permintaan itu, tapi segera diingatkan oleh seorang sahabat.

“Wahai Rasulullah, tahukah engkau, apa yang engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu)” Rasulullah kemudian bersabda, “Tariklah tambang tersebut darinya”.

Ma’u al-‘iddu adalah air yang karena jumlahnya sangat banyak digambarkan mengalir terus menerus. Hadits tersebut menyerupakan tambang garam yang kandungannya sangat banyak dengan air yang mengalir.

Sikap pertama Rasulullah SAW memberikan tambang garam kepada Abyadh menunjukkan kebolehan memberikan tambang garam atau tambang yang lain kepada seseorang. Akan tetapi, ketika Rasul SAW mengetahui bahwa tambang tersebut merupakan tambang yang cukup besar—digambarkan bagaikan air yang terus mengalir—lalu Rasul mencabut pemberian itu. Hal ini karena dengan kandungannya yang sangat besar itu tambang tersebut dikategorikan milik umum. Adapun semua milik umum tidak boleh dikuasai oleh individu.

Yang menjadi fokus dalam hadits tersebut tentu saja bukan “garam”, melainkan tambangnya. Terbukti, ketika Rasul SAW mengetahui bahwa tambang garam itu jumlahnya sangat banyak, beliau menarik kembali pemberian itu. Syekh Taqyuddin An-Nabhani mengutip ungkapan Abu Ubaid yang mengatakan:

“Adapun pemberian Nabi SAW kepada Abyadh bin Hambal terhadap tambang garam yang terdapat di daerah Ma’rab, kemudian beliau mengambilnya kembali dari tangan Abyadh. Sesungguhnya beliau mencabutnya semata karena menurut beliau tambang tersebut merupakan tanah mati yang dihidupkan oleh Abyadh, lalu dia mengelolanya. Ketika Nabi SAW mengetahui bahwa tambang tersebut (laksana) air yang mengalir, yang berarti barang tambang tersebut merupakan benda yang tidak pernah habis, seperti mata air dan air bor, maka beliau mencabutnya kembali karena sunah Rasulullah SAW dalam masalah padang, api, dan air menyatakan bahwa semua manusia berserikat dalam masalah tersebut. Untuk itu, beliau melarang bagi seseorang untuk memilikinya, sementara yang lain tidak dapat memilikinya”.

Karena itu, penarikan kembali pemberian Rasul SAW dari Abyadh adalah illat dari larangan sesuatu yang menjadi milik umum termasuk dalam hal ini barang tambang yang kandungannya sangat banyak untuk dimiliki individu. Dalam hadits dari Amru bin Qais lebih jelas lagi disebutkan bahwa yang dimaksud dengan garam di sini adalah tambang garam atau “ma’danul milhi” (tambang garam).

Menurut konsep kepemilikan dalam sistem ekonomi Islam, tambang yang jumlahnya sangat besar, baik yang tampak sehingga bisa didapat tanpa harus susah payah, seperti garam, batubara, dan sebagainya; maupun tambang yang berada di dalam perut bumi yang tidak bisa diperoleh, kecuali dengan usaha keras, seperti tambang emas, perak, besi, tembaga, timah, dan sejenisnya, termasuk milik umum. Baik berbentuk padat, seperti kristal maupun berbentuk cair, seperti minyak, semuanya adalah barang tambang yang termasuk ke dalam pengertian hadis di atas.

Al-‘Assal & Karim (1999: 72-73) mengutip pendapat Ibnu Qudamah dalam Kitabnya al-Mughni mengatakan:

“Barang-barang tambang yang oleh manusia didambakan dan dimanfaatkan tanpa biaya, seperti halnya garam, air, belerang, gas, mumia (semacam obat), petroleum, intan, dan lain-lain, tidak boleh dipertahankan (hak kepemilikan individualnya) selain oleh seluruh kaum Muslim, sebab hal itu akan merugikan mereka”.

Maksud pendapat Ibnu Qudamah adalah bahwa barang-barang tambang adalah milik orang banyak meskipun diperoleh dari tanah hak milik khusus. Barang siapa menemukan barang tambang atau migas pada tanah miliknya tidak halal baginya untuk memilikinya dan harus diberikan kepada negara untuk mengelolanya.


Pemasukan Dan Pengeluaran Negara Dari Kekayaan Alam


Pengelolaan negara terhadap sumber daya alam ini menghasilkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, hasil pengelolaannya menjadi sumber pemasukan bagi anggaran belanja negara yang cukup besar untuk mencukupi berbagai kebutuhan negara. Kedua, negara bisa berlepas diri dari ketergantungan terhadap utang luar negeri.

Pengeluaran negara dari sumber daya alam ini bisa dialokasikan untuk berbagai kebutuhan. Antara lain:

· Biaya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam, mulai dari biaya tenaga kerja, pembangunan infrastruktur, penyediaan perlengkapan, dan segala hal yang berhubungan dengan dua kegiatan pengelolaan sumber daya alam di atas.

· Dikembalikan hasilnya kepada rakyat sebagai pemilik sumber daya alam itu. Khalifah boleh dan bisa membagikannya secara langsung dalam bentuk benda yang memang diperlukan atau dalam wujud layanan kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan murah juga infrastuktur lainnya.

· Dialokasikan untuk biaya dakwah dan jihad.

Konsep Islam dalam pengelolaan sumber daya alam ini memastikan hasil kekayaan alam Indonesia kembali kepada rakyat. Walhasil, rakyat akan merasakan kemakmuran dalam arti sebenarnya.

III. Indonesia Menjadi Negara yang Sejahtera dengan Islam

Sistem ekonomi Islam terbukti secara empiris mampu menyejahterakan rakyatnya pada masa lalu. Kemajuan dan kebangkitan luar biasa muncul karenanya sehingga Khilafah menjadi mercusuar bagi negara-negara lain di dunia. Maka, masuk akal pula jika Indonesia ingin sejahtera, tidak ada pilihan lain kecuali kembali kepada Islam.


Dengan politik ekonomi Islam, kekayaan alam Indonesia akan menjadi pos penerimaan negara yang sangat besar. Ini sangat berbeda dengan kondisi sekarang di mana pos penerimaan negara dalam APBN justru didominasi oleh pajak. Hasil kekayaan alam justru dinikmati oleh swasta, baik lokal maupun asing, sedangkan rakyatnya tetap menderita. Kondisi ini tidak akan terjadi jika sistem ekonomi Islam mengaturnya. Perhitungan matematis bisa menunjukkan potensi luar biasa itu.


Sektor Energi

Produksi minyak di Indonesia saat ini sekitar 900.000 barrel per hari (bpd) sementara kebutuhan konsumsi minyak sekitar 1.300.000 barel per hari, maka Indonesia harus mengimpor sedikitnya 400.000 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan BBM di Indonesia.

Bila asumsi harga minyak impor adalah US$ 100/barrel dan Biaya Lifting, Refining dan Transportasi (LRT) minyak dalam negeri sekitar $ 15/ barel sampai di SPBU dengan nilai tukar rupiah Rp. 9.000/US$ maka biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM per hari :

1. Minyak Impor : 400.000 barel x [$ 100 + $ 2.55 (RT)*] = $ 41.020.000

*biaya refining dan transportasi (RT) sekitar 17 % dari total biaya LRT

2. Minyak Dalam Negeri : 900.000 barel x $ 15 (LRT) = $ 13.500.000

Total = $ 54.520.000

Setara = Rp. 490.680.000.000,-

Adapun penerimaan dari menjual BBM kepada masyarakat dengan harga saat ini (Rp. 4.500,- per liter) adalah

- 1.300.000 barel x 159 liter / barel x Rp. 4.500,- = Rp. 930.150.000.000,- per hari

Keuntungan dari penjualan BBM per hari sekitar Rp. 439.700.000.000,-, atau setara dengan Rp. 160.4 triliun,- per tahun

Keuntungan ini di masukan kedalam pos penerimaan kepemilikan umum di Baitul Maal dan akan dikembalikan kepada masyarakat.

Penerimaan ini masih mungkin bertambah karena lifting minyak Indonesia dapat ditingkatkan bila dikelola oleh Negara, dengan model pengelolaan sekarang kita tidak bisa mengawasi berapa lifting riil yang dihasilkan oleh tambang-tambang perusahaan swasta dan asing. BP Migas sebagai pengawas hanya menerima data yang dibuat oleh masing-masing perusahaan tersebut, bahkan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany (Vivanews.com, Senin 2 April 2012) menjelaskan, seiring dengan pembentukan kantor pelayanan pajak (KPP) khusus wajib pajak sektor minyak dan gas bumi serta pertambangan, selama ini produksi migas tidak pernah ada yang memeriksa sehingga bisa saja kontraktor mengakali dengan memperlambat alat pengukur produksi migas.

"Jadi jangan bilang nggak mungkin perusahaan besar berani menipu. Mereka telah menerapkan good corporate governance, sehingga tak berani menipu. Justru bodoh mereka kalau nggak menipu kita," katanya

Sekadar informasi, lifting minyak Indonesia pada 2011 ini hanya 898 ribu barel per hari, jauh di bawah target APBN-P 2011 sebesar 945 ribu barel per hari. Sedangkan pada APBN-P 2012 ditargetkan 930 ribu barel per hari

Produksi gas (LNG) adalah setara sekitar 5,6 juta barrel minyak per hari, namun harganya di pasar dunia hanya 25 persen dari harga minyak. Jadi nilainya sekitar Rp 297 triliun atau nett profit-nya sekitar Rp 268 triliun.

Produksi batubara setara 2 juta barrel minyak per hari, dengan harga di pasar dunia sekitar 50 persen harga minyak. Jadi nilainya sekitar Rp. 212 triliun, atau nett profit-nya sekitar Rp 191 triliun.

Produksi listrik tidak signifikan kecuali bila dilakukan pembangkitan listrik dari energi terbarukan (air, angin, dan geothermal) atau nuklir. Energi listrik seperti ini biasanya impas dikonsumsi sendiri.

Akumulasi penerimaan negara dari sektor energi saja sekitar Rp. 619.4 triliun,-

Pertambangan

Produksi pertambangan terutama emas seperti Freeport atau Newmont kita lakukan perhitungan dengan taksiran dari setoran pajak mereka. Bila kita percaya kebenaran nilai pajak Freeport yang Rp 6 triliun per tahun, dan ini baru 20 persen dari nett profit—itu artinya nett profit-nya adalah Rp. 30 triliun per tahun. Sumber lain menyebut produksi emas di Freeport adalah sekitar 200 ton emas murni per hari—maka secara kasar, bersama perusahaan tambang mineral logam lainnya, yakni emas/Newmont juga timah, bauxit, besin juga kapur, pasir, dan lain-lain nett profit sektor pertambangan adalah minimal Rp. 50 triliun per tahun.


Hasil Laut

Nah, di luar pertambangan, ada potensi laut yang tak kalah besar. Menurut Rokhmin Dahuri, nilai potensi lestari laut Indonesia baik hayati, non hayati, maupun wisata adalah sekitar US$ 82 miliar atau Rp. 738 triliun. Bila ada BUMN kelautan yang ikut bermain di sini dengan ceruk 10 persen saja, maka nilainya sudah sekitar Rp. 73 triliun.

Hasil Hutan

Yang paling menarik adalah produksi hutan. Luas hutan Indonesia adalah 94.432.000 hektar. Untuk mempertahankan agar lestari dengan siklus 20 tahun, maka setiap tahun hanya 5 persen tanamannya yang diambil. Bila dalam 1 hektar hutan, hitungan minimalisnya ada 400 pohon, itu berarti setiap tahun hanya 20 pohon per hektar yang ditebang. Kalau kayu pohon berusia 20 tahun itu nilai pasarnya Rp. 2 juta dan nett profit-nya Rp. 1 juta, maka nilai ekonomis dari hutan Indonesia adalah 94 juta hektar x 20 pohon per hektar x Rp 1 juta per pohon = Rp 1.880 triliun.

Namun tentu saja ini tidak mudah didapat, karena saat ini lebih dari separuh hutan Indonesia telah rusak oleh illegal logging. Harga kayu yang legal pun juga telah dimainkan dengan transfer pricing untuk menghemat pajak. Tapi Rp 900 triliun juga masih sangat besar. Dan jika dikelola dengan baik, masih banyak hasil hutan lain yang bernilai ekonomis tinggi, misalnya untuk obat-obatan.

Dari perhitungan di atas penerimaan Negara dari kekayaan alamnya saja sudah sangat besar yakni sekitar Rp. 1.642 triliun,-. Belum lagi bila memperhitungkan penerimaan negara dari fai, ghanimah, shadaqah, tanah-tanah milik Negara dan lainnya.

Jumlah penerimaan tersebut lebih dari cukup untuk mencukupi kebutuhan negara dan rakyat serta menggerakkan ekonomi. Bandingkan dengan penerimaan APBN P 2012 Indonesia saat ini yang hanya sekitar Rp. 1.358,2 triliun dimana 74.5 %nya bersumber dari pajak yakni Rp 1.012 triliun, selain itu APBN Indonesia mengalami defisit karena belanja negara sekitar Rp. 1.548,3 triliun,- yang harus ditutupi melalui utang.

Dengan melihat pos penerimaan bila dikelola dengan cara Islam dibandingkan dengan penerimaan dan belanja dalam APBN saat ini, tampak nyata adanya surplus penerimaan. Surplus ini dapat digunakan untuk melesatkan ekonomi menuju kesejahteraan dengan Islam. Ini bukan mimpi, tapi sebuah kenyataan yang akan terbuktikan jika sistem Islam diterapkan.


Konferensi Tokoh Umat. Khilafah Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan. Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi, Sumbangan Islam Untuk Indonesia. 1433 h. [HTI]

Friday, June 8, 2012

The Inevitable Caliphate

THE INEVITABLE CALIPHATE. Salah satu cara untuk ‘melunakkan’—sekarang progam seperti ini lebih dikenal dengan istilah deradikalisasi—tokoh Islam di Indonesia adalah dengan mengajak mereka berkunjung ke sejumlah negara Barat, terutama AS.

Dengan melihat langsung kondisi fisik, sosial dan ekonomi di sana diharap mereka menjadi lebih mengerti “keindahan, ketertiban dan kemakmuran” yang bisa dicapai negara-negara Barat yang sering dicap sebagai sekular. Maksudnya, tanpa Islam pun, semua kebaikan dan kemajuan itu bisa dicapai. Jadi mengapa mesti ngotot memperjuangan Islam sebagai dasar negara?

Mungkin terdengar lucu, apa iya hanya dengan berkunjung sesaat orang bisa berubah? Tapi, itulah faktanya. Sudah ratusan, bahkan mungkin ribuan pimpinan pesantren, tokoh ormas Islam, juga tokoh pemuda Islam yang mengikuti program ini. Beberapa waktu lalu bercerita pada saya satu tokoh pemuda dari ormas yang banyak mempunyai pesantren di Indonesia, bahwa ia dan belasan pemuda Islam lain baru saja diundang jalan-jalan ke AS.

 Di antaranya berkunjung ke Hawaii, Los Angeles, New York dan Washington; termasuk berkunjung ke Gedung Putih dan Gedung Capitol. Dulu pada tahun 70-an, Nurcholis Madjid dalamusia yang masih belia juga pernah diajak keliling AS selama 3 bulan. Berhasilkah program itu? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas, kini tidak lagi terdengar nada kritis dari ormas pemuda tadi terhadap AS. Kita juga mungkin semakin sering mendengar ungkapan, “Negara Barat lebih islami daripada negeri Muslim.” Nurcholis Madjid yang ketika itu dijuluki Natsir Muda, sepulang dari AS menjadi lebih lunak, bahkan kemudian dikenal sebagai tokoh yang membawa arus liberalisasi Islam di Indonesia. Namun, bila logika ini benar, jutaan pemuda Islam yang kini tinggal di negara-negara Barat mestinya juga tersekularkan. Nyatanya tidak selalu. Alih-alih tersekularkan, mereka justru bangkit dan makin yakin dengan kebenaran Islam. Di antara mereka terdapat sosok istimewa: Reza Pankrust. ++++ Reza lahir pada 1976 di Bristol, Inggris. Ia dibesarkan dalam rumah tangga sekular. Ibunya yang keturunan Iran menikah lagi dengan pria Inggris non-Muslim. Tak aneh bila masa kecilnya dihabiskan tanpa bimbingan agama. Ketika berusia 15 tahun, Reza masuk Islam, namun ia tidak terlalu paham apa itu Islam. Ia pun merasa senang dengan gaya hidup Baratnya. Pertemuan dia dengan Hizbut Tahrir di kampus tempat ia kuliah mengubah segalanya. Ia menjadi benar-benar yakin akan kebenaran Islam. Ia tinggalkan gaya hidup Baratnya dan mengikatkan diri pada halal-haram. Ia bahkan akhirnya bergabung dengan Hizbut Tahrir. Berbeda dengan gerakan Islam lain, ia melihat Hizbut Tahrir fokus pada isu kunci untuk mengembalikan kehidupan Islam kaffah dalam institusi Khilafah. Ia meyakini bahwa Khilafah merupakan kewajiban atas umat yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Itu bukanlah keyakinan doktrinal, namun sebuah keyakinan intelektual.

Hal itu ia kemudian buktikan melalui disertasi Ph.D-nya di London School of Economics and Political Science (populer dengan sebutan London School of Economics/LSE) yang baru saja ia rampungkan. Saya terakhir bertemu dengannya di Kyoto, Jepang, Maret tahun lalu ketika bersama-sama menjadi pembicara dalam Workshop Internasional tentang Islamic World and Globalization, Beyond the Nation State the Rise of New Caliphate yang diselenggarakan oleh Cismor – Doshisha University. Melalui email ia mengabari saya bahwa disertasinya itu telah diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul The Inevitable Caliphate? A History of the Struggle for Global Islamic Union, 1924 to the Present.

Sesuai judulnya, buku ini merupakan gabungan telaahan historis-deskriptif tentang konsepsi Khilafah dari berbagai sudut pandang dan menurut berbagai sumber. Buku ini juga memuat sejarah perjuangan atau usaha untuk mewujudkannya kembali oleh berbagai kelompok Islam sejak masa-masa awal pasca penghapusan resmi Kekhilafahan Turki Utsmani pada tahun 1924 hingga sekarang.

Dengan kemampuan penguasaan bahasa Arab Reza yang cukup prima, membuat buku ini sangat kaya rujukan baik dari khasanah klasik maupun modern. Dimulai dari periode penghapusan resmi Kekhalifahan, buku ini mengupas ide dan wacana dari berbagai tokoh Islam seperti Rasyid Ridha, Ali Abdul Raziq, Hasan al-Banna, Taqiyuddin an-Nabhani, Sayyid Qutb, Abul Ala al-Maududi, Usamah bin Laden dan Abdullah Azzam; serta kelompok Islam, termasuk Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, al-Qaida dan al-Murabitun—persamaan dan perbedaannya dalam memahami ide Khilafah, statusnya dalam teologi Islam, dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam realitas kontemporer menuju terbentuknya the unity of the ummah (kesatuan global umat).

Demikian genial buku ini ditulis, membuat Professor James Piscatori, Head of the School of Government and International Affairs, Durham University, memuji buku Reza sebagai telah “memberikan panduan yang paling dapat diandalkan tentang ide Islam politik dan bagaimana gerakan-gerakan Islam seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan al-Qaida mewujudkannya…”

Menurut dia, buku ini memberikan telaah pemikiran modern tentang Khilafah. Buku ini merupakan bacaan yang penting dan inovatif bagi siapa pun yang ingin memahami Kekhalifahan dan apa arti perjuangan ini bagi umat Islam. Buku ini juga disebut telah berhasil memberikan pemahaman yang unik dan provokatif tentang Islam politik, jalan kebangkitan Islam pada abad ini dan tentang bagaimana gagasan Kekhalifahan yang telah memudar kini muncul kembali. Professor John T. Sidel, dari London School of Economics and Political Science (LSE) menyebut buku ini telah berhasil menjelaskan secara sistematis bagaimana ide khilafah mampu mendorong para ulama atau intelektual dan aktivis Islam. Oleh karena itu, menurut dia, “umat harus memastikan untuk membaca buku yang sangat mencerahkan dan instruktif ini… “ SubhanalLah wa astaghfirulLah…

SubhanalLah atas keberhasilan Reza menuliskan buku tentang Khilafah dan usaha untuk menegakannya kembali dengan sangat bagus. Dengan telaahan sekelas disertasi dari sebuah perguruan tinggi terkemuka di Inggris, tak pelak akan membuat buku ini menjadi rujukan penting tentang Khilafah. AstaghfirulLah untuk anak-anak muda, juga tokoh umat Islam di Indonesia, yang meski sudah demikian gamblang dijelaskan dalam berbagai buku—termasuk dari disertasi Ph.D Reza Pankrust—masih saja meragukan sistem Khilafah dan perjuangannya. Apalagi ada segelintir anak-anak muda Islam, juga tokoh umat, yang baru diajak berkunjung sesaat ke negara-negara Barat sudah luntur ghirah Islamnya.

Sebaliknya, Reza dan ribuan anak-anak muda Islam yang lahir dan besar di negara Barat justru saat ini tengah bergiat untuk menegakkan kembali izzul Islam wal Muslimin melalui Khilafah Islam. Mereka tahu persis bahwa gemerlap dunia Barat (kalau boleh disebut begitu), yang sering mengecoh sebagian umat Islam di Indonesia, hanyalah sisi fisikal belaka. Di balik itu semua sesungguhnya terkandung sebuah basis peradaban material yang sangat rapuh, yang akan membawa kerusakan bagi siapa saja.

Oleh karena itu, bagi Reza dan ribuan anak-anak muda Islam di Barat khususnya, masa depan kemuliaan peradaban manusia terletak hanya pada Islam, dengan syariahnya di bawah naungan Khilafah. Bagi mereka, tegaknya kembali Khilafah adalah sebuah kepastian yang tak terelakkan; persis seperti judul bukunya The Inevitable Caliphate…[Muhammad Ismail Yusanto] http://hizbut-tahrir.or.id/2012/06/07/the-inevitable-caliphate/ The Inevitable Caliphate

Friday, December 3, 2010

Sebuah Dunia Tanpa Islam

SECARA historis-politis, cukup validkah kita mempertentangkan antaraBaratdanIslam? Pertanyaaninilah yang secara provokatif tapi logis dibahas oleh Graham E Fuller dalam karya terbarunya A World Without Islam (2010).

Fuller yang sekarang menjadi profesor sejarah di Simon Frase University (Kanada) pernah menjadi orang penting di lingkaran CIA sehingga memiliki data lapangan yang kaya dan ketajaman analisis sebagai sosok akademisi. Menurut Fuller, tanpa kehadiran Islam pun sesungguhnya Barat dan Timur Tengah sejak berabadabad lalu sudah terlibat konflik dan peperangan.Abad lalu jika disebut Barat berarti Eropa.Tapi sekarang simbol kekuatan Barat direbut oleh Amerika Serikat (AS).


Namun sesungguhnya sentimen dan akar konflik serta perebutan hegemoni regional dan agama antara Barat dan Timur Tengah sudah berlangsung berabad-abad. Bahkan itu terjadi di lingkaran Kristen sendiri,baik konflik antara Protestan dan Katolik yang berdarahdarah maupun antara Katolik Roma dan Katolik Timur Tengah. Bukankah ketiga agama yang selalu terlibat konflik––Yahudi, Kristen, dan Islam––semuanya lahir di kawasan Timur Tengah? Fuller menulis: “In today’s world, ‘Islam’ has become the bumper sticker for America, the default cause of many of our problems in the Muslim world. In the past we have gone in to do battle with anarchists, Nazis, Facists, communists – today it is ‘radical Islam’(hal 8).

”Bagi AS,Islam dikonstruksi sedemikian rupa sebagai sasaran tembak untuk melakukan konsolidasi kekuatan Barat dalam upaya menguasai dan menjarah sumber alam Timur Tengah, sementara bagi negara-negara Timur Tengah,Islam dijadikan perekat untuk melakukan perlawanan terhadap Barat. Padahal posisi Islam hanyalah komplementer saja yang datang belakangan.Tanpa Islam persaingan Barat versus Timur Tengah akan tetap berlanjut, yang sekarang ini Timur Tengah dalam posisi kalah.

Lagi-lagi Fuller mengingatkan,“ Actually,in many senses there is no “Muslim world” at all, but rather many Muslim worlds, or many muslim countries and different kinds of Muslims.” Jadiyangnamanya “duniaIslam” sebagai sebuah entitas politis-ekonomis secara solid dan kohesif sesungguhnya tidak ada, sebagaimana juga tidak ada “Barat” yang tunggal. Secara politis dan ekonomis negara-negara muslim mempunyai agenda dalam negeri masingmasing dan bahkan mesti dibayar dengan perang untuk mempertahankan kepentingan komunalisme regional dan indentitasnya.

Konflik yang terjadi antara Suriah, Irak,Iran,Arab Saudi,dan Mesir hanyalah kelanjutan persaingan etnis dan regional jauh sebelum Islam datang. Begitu pun persaingan antara Gereja Roma,Konstantinopel, danOrtodoks Timuryangberpusatdi Suriah dan Palestina sudah berlangsung ratusan tahun.Kemuliaan agama selalu saja tercoreng dan terkooptasi oleh negara yang secara laten berambisi memenuhi nafsu kekuasaan politik dan ekonominya.

Meski Kristen lahir di wilayah Arab,agama ini berkembang pesat di Eropa dan Amerika.Namun sengketa dan klaim mazhab atau sekte tidak pernah hilang.Beberapa sekte Kristen Ortodoks Timur yang menggunakan bahasa Arab dan Yunani mengklaim dirinya paling dekat dengan tradisi Yesus. Namun mereka sadar sebagai pihak yang kalah dalam persaingan politik dan ekonomi dari sekte Kristen yang berkembang di Barat.

Klaim sebagai komunitas paling dekat dengan tradisi Islam yang otentik juga dikembangkan oleh masyarakat muslim Arab Saudi sehingga memandang umat Islam non-Arab seperti Turki dan Indonesia sebagai umat Islam pinggiran (periferal). Meski dikenal sebagai kantong umat Islam terbesar,Islam Indonesia dianggap rendah kadar keislamannya. Lingkungan masyarakat Barat pun baru belakangan ini semakin tahu Indonesia sebagai the largest muslim country, terutama setelah Barack Obama menjadi Presiden AS yang belum lama ini berkunjung ke Indonesia dan pidatonya diikuti oleh rakyatnya.

Dunia baru tahu bahwa ternyata di Indonesia,demokrasi dan Islam tidak perlu dipertentangkan. Adapun peristiwa terorisme yang mengatasnamakan Islam memang kenyataan yang tidak bisa dibantah. Namun sungguh ceroboh kalau kasus ini digeneralisasi untuk memberi label dunia Islam.

Di satu sisi, radikalisme dengan simbol keagamaan dimunculkan oleh para militan Islam untuk meraih dukungan secara masif, tapi di sisi Barat simbol ini sengaja digunakan untuk menciptakan musuh baru setelah komunis ambruk.Di dunia ini begitu banyak pemerintah sah yang semula oleh lawan politiknya, yaitu imperialis Barat, dianggap teroris.Jadi,menyebut “dunia Islam”sebagai satu entitas politik, ekonomi,dan kebudayaan perlu dipertanyakan kesahihannya. seputar-indonesia.com

Saturday, October 9, 2010

kritik dakwah dengan kekerasan

Sebagian kaum Muslim berpendapat, bahwa menegakkan Daulah Islamiyyah, mustahil bisa diwujudkan tanpa mengangkat senjata. Mereka menyatakan bahwa kewajiban mengangkat senjata di depan penguasa fasiq, orang-orang kafir, maupun musyrik didukung oleh hujjah-hujjah sebagai berikut;
  1. Murtadnya Daulah dan penguasa negeri Islam.  Ini didasarkan pada kenyataan –setelah lenyapnya Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924, dan digantikannya seluruh hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum kufur--, negara dan penguasanya telah murtad dari Islam. Oleh karena itu, Daulah (negara) dianggap telah murtad dari syariat tatkala hukum-hukum syariat diganti dengan undang-undang kufur buatan orang-orang kafir.  Keadaan ini juga menimpa penguasa Muslim.  Mereka telah keluar dari Islam tatkala menerapkan hukum-hukum yang tidak diturunkan oleh Allah swt, memberikan keuntungan bagi kaum imperialis, Salibis, dan Sosialis.  Mereka memeluk Islam hanya sekedar nama belaka; meskipun masih mengerjakan sholat, puasa, dan mengaku dirinya sebagai seorang Muslim.   Negaranya juga disebut negara kufur, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam.  Dalam kondisi semacam ini, daulah dan penguasa tersebut wajib diperangi.
  2.     
  3. Kaedah ushul fiqh, "Tidak tersempurnanya suatu kewajiban kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib." Menurut mereka, Allah swt telah mewajibkan kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah.; sedangkan Khilafah Islamiyyah tidak mungkin tegak tanpa dengan jihad dan peperangan.  Oleh karena itu, peperangan dan jihad menjadi kewajiban atas kaum Muslim.
  4.     
  5. Ada nash-nash yang memerintahkan kaum Muslim untuk berperang dan berjihad di setiap negeri yang dikuasai oleh orang-orang kafir.   Pada dasarnya, musuh-musuh Islam dan kaum Muslim berada di negeri-negeri kaum Muslim, bahkan mereka berhasil menguasai urusan-urusan kaum Muslim. Musuh-musuh ini adalah para penguasa yang telah mencerabut kepemimpinan kaum Muslim dari negeri-negeri tersebut.  Oleh karena itu, berjihad memerangi mereka adalah kewajiban.
  6.     
  7. Wajibnya memerangi penguasa yang telah menampakkan kekufuran yang nyata.   Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw bersabda, artinya, “Rasulullah saw telah menyeru kepada kami, kemudian kami membai’at beliau saw untuk selalu mendengar dan mentaati, baik dalam kondisi yang kami senangi, kami benci, maupun dalam kondisi susah maupun lapang, dan agar kamu tidak memerangi penguasa kecuali nampak kekufuran yang nyata, yang bisa dibuktikan dengan bukti dari Allah”.[HR.Bukhari].
Inilah beberapa argumentasi yang diketengahkan sebagian kaum Muslim yang menempuh jalan peperangan untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah.  Adapun kritik atas pendapat tersebut adalah sebagai berikut;

1. Dalil tentang kemurtadan negara dan penguasa.   Mereka mengatakan, bahwa pihak yang telah keluar dari Islam (murtad) adalah para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim, bukan kaum Muslim kebanyakan.  Oleh karena itu, cara untuk merebut kekuasaan Islam dari tangan mereka (menegakkan Khilafah Islamiyyah) adalah memerangi mereka dengan pedang.   Untuk menjawab argumentasi ini, kita harus mengajukan dua pertanyaan penting kepada mereka;

(a) Apakah penguasa-penguasa Islam yang menerapkan hukum-hukum kufur tersebut bisa dianggap murtad atau kafir?

(b) Bolehkah sebuah jama'ah, partai politik, dan pihak-pihak yang tidak memiliki kekuasaan syar'iy memerangi orang-orang yang murtad?

Jawabannya adalah sebagai berikut;

(a) Pada dasarnya, kita tidak boleh serta merta menjatuhkan vonis kekafiran kepada penguasa-penguasa yang menerapkan hukum-hukum non Islam di tengah-tengah kaum Muslim.  Sebab, belum tentu penguasa yang menerapkan aturan-aturan kufur terjatuh ke dalam kemurtadan.    Allah swt berfirman;

"Barangsiapa tidak berhukum dengan apa-apa yang diturunkan Allah, mereka adalah orang-orang kafir." [al-Maidah: 44]

"Barangsiapa tidak berhukum dengan apa-apa yang diturunkan Allah, mereka adalah orang-orang yang fasiq." [al-Maidah:45]

"Barangsiapa tidak berhukum dengan apa-apa yang diturunkan Allah, mereka adalah orang-orang yang dzalim." [al-Maidah:47]

Berkenaan dengan masalah ini, para shahabat dan ulama telah membahasnya secara terperinci, kapan seorang penguasa dianggap telah keluar dari agama Islam.  Kesimpulannya adalah sebagai berikut;    Siapa saja yang berhukum dengan selain aturan Islam sebagai bentuk penolakan dari ketentuan Allah swt, atau meragukan kelayakan hukum-hukum Islam, atau menyakini bahwa hukum selain Islam lebih baik dan layak, maka penguasa semacam ini telah kafir; dan ia dianggap murtad jika sebelumnya memeluk agama Islam.

Adapun jika penguasa tersebut menerapkan aturan-aturan kafir bukan karena sebab-sebab yang telah disebutkan di atas, misalnya karena tekanan pihak lain, menurutkan hawa nafsu dan syahwat, atau takut mendapatkan serangan musuh, maka penguasa semacam ini dihukumi fasiq dan dzalim, bukan kafir.  Jika penguasa tersebut, seorang Muslim, ia tidak bisa dianggap murtad dari Islam, jika alasan-alasan dirinya menerapkan hukum kufur karena sebab-sebab seperti ini.  Oleh karena itu, untuk menjatuhkan vonis kafir atau murtad pada diri seseorang harus didasarkan pada bukti-bukti yang menyakinkan.   Jika seseorang meragukan kelayakan dan kemampuan hukum Islam, atau menyakini bahwa hukum selain Islam lebih baik dibandingkan dengan hukum Islam, maka orang semacam ini dihukumi kafir, dan murtad jika ia seorang Muslim.   Dengan kata lain, bukti pengkafiran harus pasti dan menyakinkan; tidak cukup didasarkan pada prasangka kuat (ghalabat al-dzann). Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw bersabda, artinya, “Rasulullah saw telah menyeru kepada kami, kemudian kami membai’at beliau saw untuk selalu mendengar dan mentaati, baik dalam kondisi yang kami senangi, kami benci, maupun dalam kondisi susah maupun lapang, dan agar kamu tidak memerangi penguasa kecuali nampak kekufuran yang nyata, yang bisa dibuktikan dengan bukti dari Allah”.[HR.Bukhari].  Yang dimaksud al-burhan (bukti) di dalam hadits ini adalah bukti yang bisa menghasilkan keyakinan.

(b)  Apakah sebuah jama'ah, atau partai politik boleh memerangi orang-orang murtad, padahal ia tidak memiliki kewenangan (kekuasaan) secara syar'iy ?  Sesungguhnya, menegakkan hudud –diantaranya had riddah (murtad)--, yakni perang melawan orang-orang murtad hingga mereka mau bertaubat atau tetap diperangi, adalah wewenang imam (khalifah) semata.  Tak seorangpun, baik individu maupun jama'ah  diperbolehkan memberlakukan hukum-hukum semacam ini kepada masyarakat.   Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Imam itu adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."[HR. Bukhari].  Kewenangan untuk mengatur urusan rakyat ada di tangan Khalifah  --termasuk di dalamnya memerangi orang murtad---,  kecuali ada dalil yang mengkhususkannya; misalnya bolehnya seseorang tuan menjatuhkan had zina bagi budak laki-laki maupun perempuannya.

Hanya saja, tak ada satupun dalil yang menunjukkan bolehnya seorang individu maupun jama'ah menjatuhkan sanksi bunuh bagi orang-orang yang murtad.   Oleh karena itu, seorang individu maupun jama'ah tidak boleh menjatuhkan sanksi riddah bagi orang-orang yang murtad dari Islam, lebih-lebih lagi diorganisir sedemikian rupa untuk memerangi orang-orang yang murtad dari Islam.

2. Adapun kaedah ushul yang mengatakan, "Tidak tersempurnanya suatu kewajiban kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib", sesungguhnya, jika kaedah ini diterapkan pada suatu masalah tanpa memperhatikan nash-nash khusus yang menunjukkan hukum yang lebih khusus, atau tanpa memperhatikan kaedah-kaedah syara' lain, pasti akan menimbulkan pertentangan dan kontradiksi dalam pengambilan hukumnya.   Misalnya, pada kasus yang sedang kita perbincangkan ini.   Sebagian kaum Muslim yang berpendapat wajibnya berdakwah dengan pedang menyodorkan argumentasi dengan menyatakan, "Menegakkan khilafah Islamiyyah adalah wajib.  Sedangkan menegakkan khilafah tidak mungkin bisa diwujudkan tanpa adanya peperangan.  Oleh karena itu, peperangan (dakwah dengan senjata) adalah wajib. " Namun demikian, mungkin saja ada orang yang menyatakan, "Mengangkat pedang di hadapan kaum Muslim adalah haram, berdasarkan sabda Rasulullah saw, "Siapa saja yang membawa pedang (menghunus pedangnya untuk memerangi kaum Muslim) bukan termasuk golongan kami."[HR. Bukhari, Muslim, dan Turmidziy].   Menegakkan Daulah Islamiyyah merupakan kewajiban yang tidak akan tersempurna kecuali dengan mengangkat senjata.   Padahal, mengangkat senjata adalah perkara yang diharamkan.    Dengan demikian, telah berkumpul dua perkara kontradiktif dalam satu masalah.   Sedangkan kaedah ushul mengatakan, "Jika perkara yang haram berkumpul dengan perkara yang halal, maka dimenangkan yang haram." Dari kaedah ini  bisa disimpulkan bahwa mengangkat pedang di hadapan penguasa Muslim adalah haram secara mutlak. Bisa saja ada orang yang menyatakan, bahwa motif disyariatkannya suatu hukum adalah untuk meraih maslahat.  Sedangkan menumpahkan darah kaum Muslim adalah mafsadat (kerusakan).  Padahal, kaedah syara' menyatakan, "Meninggalkan mafsadat (kerusakan) harus didahulukan daripada mengambil mashlahat".

Walhasil, penggunaan kaedah "ma laa yatimmu al-wajib fahuwa al-wajib" untuk membenarkan jalan kekerasan jelas-jelas tertolak.

3. Pada dasarnya, argumentasi ketiga ini disandarkan kepada asumsi murtadnya penguasa kaum Muslim setelah mereka menegakkan hukum-hukum kufur.   Jawaban atas pendapat ini telah kami kemukakan pada point pertama.  Adapun argumentasi wajibnya berdakwah dengan pedang (senjata) dikarenakan status status negeri-negeri kaum Muslim yang telah dikuasai oleh orang-orang kafir, maka hal ini perlu pengkajian lebih lanjut.

Memang benar, jika suatu negeri dikuasai oleh musuh, kaum Muslim yang ada di negeri itu wajib mengangkat senjata untuk memerangi dan mengusir musuh; seperti halnya pendudukan Israel atau Palaestina.  Jika penduduk negeri itu tidak mampu, maka kewajiban itu meluas hingga ke negeri-negeri lainnya.   Begitu pula jika penguasa kaum Muslim telah murtad dari Islam, atau menampakkan kekufuran yang nyata, maka kaum Muslim wajib mencabut kekuasaannya dengan kekerasan.    Imam Nawawiy dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan, “Jika seorang penguasa terjatuh ke dalam kekafiran, maka seluruh kaum Muslim wajib memeranginya, dan mencopotnya” [Imam Nawawiy, Syarah Shahih Muslim, juz 8/35]. Pertanyaan selanjutnya adalah, benarkah seluruh negeri kaum Muslim telah dikuasai oleh musuh sehingga seluruh kaum Muslim wajib mendeklarasikan peperangan untuk melenyapkan musuh-musuh yang menguasai negeri-negeri kaum Muslim?

Jika kita amati realitas negeri-negeri kaum Muslim, kita akan mendapatkan, bahwa tidak semua negeri kaum Muslim berada dalam penguasaan kaum kafir, sehingga kaum Muslim wajib mengumandangkan peperangan untuk melenyapkan cengkeraman orang-orang kafir tersebut.   Kebanyakan negeri kaum Muslim tetap dikuasai oleh penguasa Muslim yang menerapkan aturan-aturan barat, menghambakan diri kepada kepentingan barat, dan menindas umat Islam.   Hanya saja, kebanyakan penguasa ini masih memeluk Islam dan menyakini pokok-pokok ‘aqidah Islam.    Hanya sebagian negeri kaum Muslim saja yang dikuasai oleh kaum kafir secara langsung, misalnya Palestina.   Oleh karena itu, kita tidak bisa menyatakan, bahwa negeri-negeri yang diperintah oleh penguasa-penguasa Islam yang menerapkan hukum-hukum kufur itu sama dengan negeri yang dikuasai oleh musuh.  Sebab, realitas negeri-negeri Islam sama sekali tidak menunjukkan hal ini.   Negeri-negeri tersebut tetap dimiliki oleh kaum Muslim dan tidak sedang berada dalam cengkeraman kaum kafir.   Oleh karena itu, pendapat yang dinyatakan oleh sebagian kaum Muslim yang mewajibkan jihad untuk membebaskan negeri-negeri kaum Muslim dari cengkeraman musuh adalah pendapat keliru yang disebabkan karena pengamatan fakta yang kurang mendalam.

4. Dalil keempat adalah kewajiban memerangi penguasa yang telah menampakkan kekufuran yang nyata.   Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw bersabda, artinya, “Rasulullah saw telah menyeru kepada kami, kemudian kami membai’at beliau saw untuk selalu mendengar dan mentaati, baik dalam kondisi yang kami senangi, kami benci, maupun dalam kondisi susah maupun lapang, dan agar kamu tidak memerangi penguasa kecuali nampak kekufuran yang nyata, yang bisa dibuktikan dengan bukti dari Allah”.[HR.Bukhari]; dan masih banyak riwayat-riwayat lain yang senada dengan hadits ini.

Pada dasarnya, pengertian yang terkandung di dalam hadits ini tidak bisa diterapkan untuk kondisi sekarang.   Sebab, frase hadits itu dengan sangat jelas menyatakan, bahwa perang terhadap penguasa itu disyariatkan tatkala ada kekufuran yang nyata. Selain itu, pengertian hadits di atas juga menunjukkan, bahwa disyariatkannya peperangan melawan penguasa hanya terjadi tatkala ada kondisi  tertentu yang dibenarkan oleh syariat;  yakni, pergantian atau perubahan kekuasaan Islam disebabkan karena adanya kekufuran yang nyata.

Adapun jika kekuasaan kufur itu telah tegak, dan tidak ada perubahan atau pergantian kekuasaan dikarenakan hadirnya kekufuran yang nyata, maka hadits-hadits yang berbicara tentang kekufuran yang nyata tersebut tidak bisa diterapkan pada kondisi semacam ini.   Oleh karena itu, dalil keempat ini pun tertolak secara akademis.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menegakkan Daulah Islamiyyah tidak boleh dilakukan dengan cara-cara kekerasan. [Wallahu al-Musta’an wa Huwa Waliyu al-Taufiq] www.facebook.com/notes/al-khilafah/kritik-atas-dakwah-dengan-kekerasan/461020908712

Monday, September 27, 2010

Toleransi Apa Bung?

Hari-hari ini media nasional dengan sangat keras membela HKBP dengan menggunakan idiom kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia. Media-media yang dikuasai dan dikendalikan golongan Nashrani, dengan menggunakan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), yang se-ideologi, berkolaborasi menekan pemerintah agar mencabut SKB. SKB Menag dan Mendagri mereka anggap sebagai belenggu terhadap kebebasan beragama, pluralisme, dan hak-hak asasi manusia.

Mereka-mereka yang berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, seharusnya mereka juga sepadan melihat apa yang dialami umat Islam di berbagai belahan bumi, termasuk di tanah air Indonesia.


Kalau berbicara kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia, layakkah pemerintah di negara-negara Eropa melarang wanita-wanita muslim menggunakan hijab dan cadar, yang pakaian itu digunakan dibadan mereka sendiri, dan tidak menganggu orang lain. Hijab dan cadar digunakan di kepala wanita-wanita muslim, bukan dipaksanakan untuk kepala atau anggota badan golongan di luar Islam. Kenyataannya negara-negara Erapa melarang penggunaan hijab dan niqab, di mana hijab dan niqab itu bagian dari aturan dalam Islam, yang tujuannya menjaga aurat, agar tidak nampak oleh orang lain yang bukan muhrimnya.

Di negara-negara Barat mendirikan masjid dan mushala tidak mudah. Ini terjadi di semua negara Barat, yang sudah menganut dan menjunjung adanya kebebasan, demokrasi, pluralisme, hak-hak asasi manusia. Tetap saja semua yang menjadi keyakinan umat Islam, tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan, dan mendapat larangan . Jika memang menjunjung tinggi prinsip kebebasan, demokrasi, pluralisme dan hak-hak asasi, berikan ruang bagi umat Islam di Barat, agar mereka hidup sesuai dengan keyakinanl mereka.
Hak beragama merupakan hak dasar setiap individu. Tetapi, tetap saja negara-negara Barat tidak memberikan toleransi kepada penduduk yang menganut agama Islam.

Di negara-negara Barat, bukan hanya larangan pembangunan masjid, tetapi juga masjid-masjid dilarang mengumandangkan azan dengan menggunakan pengeras suara. Bukan hanya itu, faktanya tetap saja terjadi diskriminasi dan segregasi disejumlah negara di Barat, yang membuat masyarakat muslim, tetap menjadi masyarakat kelas dua, dan aktivitas mereka dibatasi. Umat Islam tidak dapat bergerak dengan bebas dan leluasa.

Apalagi, sesudah terjadi peristiwa 11 September, setiap gerak dan aktivitas muslim selalu dicuragai. Padahal sampai hari ini tidak pernah dibuktikan siapa pelaku yang sejatinya. Tuduhan-tuduhan terhadap Islam sebagai pelakunya hanyalah asumsi belaka.

Kemudian, lebih jauh lagi, apa dosa dan kesalahan kaum muslimin di Bosnia, khususnya di Sebrenica dibantai? Ribuan muslim di wilayah itu dibantai secara biadab dan brutal oleh rejim Ortodok di Serbia. Satu-satunya kesalahan yang mereka perbuat, tak lain , karena mereka beragama Islam. Mereka memeluk agama Islam. Tidak memilih beragama Kristen Ortodok seperti orang-orang Serbia.

Apa dosa kaum muslimin di Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina harus dihancurkan, dan tidak mendapatkan kepedulian sedikitpun. Perang yang begitu brutal dan sangat mengerikan, hanya dipicu Afghanistan dipimpin oleh Mullah Omar, dan ingin melaksanakan syariah Islam. Karena, setiap muslim pasti dituntut menegakkan agama Islam. Lalu, rakyat Iraq, Afghanistan, Pakistan dan Palestina dihukum secara kolektif, dan kehidupan mereka dihancurkan secara sistematis. Tidak ada belas kasihan sedikit pun terhadap mereka yang sudah dihancurkan itu.

Lalu, mengapa mereka masih berbicara tentang kebebasan beragama, pluralisme, toleransi, dan hak-hak asasi manusia. Mengapa rakyat di negeri-negeri Muslim tidak dibiarkan mereka melaksanakan agamanya sesuai dengan keyakinan yang mereka miliki? Mereka harus dihancurkan, diperangi dengan senjata, di sebut sebagai teroris.
Anak-anak kehilangan orang tua, isteri kehilangan suami, semua keluarga tercerai-beraikan, dan menjadi hancur masa depan mereka. Inilah sebuah tragedi kemanusiaan diabad 21 ini, yang semuanya didalangi rejim-rejim Barat, yang didukung kaum Ortodok, yang secara sadar harus bertanggungjawab atas situasi yang ada sekarang ini .

Memang tidak mungkin menyatukan dalam sebuah kehidupan antara golongan Islam dan Nashrani. Karena mereka memiliki prinsip dan karakter yang berbeda. Ibaratnya seperti minyak dan air. Di wilayah muslim minoritas di Indonesia, yang dialami kaum muslimin juga sama. Apakah umat Islam di Bali bebas mendirikan masjid? Azan menggunakan pengeras suara dilarang. Kaum muslimin harus dipaksa mengikuti hari 'nyepi'.
Adanya SKB yang itu merupakan konsensus  minimal. Jika tidak ada lagi tali pengikat yang dapat menjembatani, dan sudah tidak ada komitment dari fihak-fihak yang sekarang bersengketa, maka hanya menunggu ledakan yang disebut ‘perang’ antar agama. Wallahu’alam.  eramuslim.com

Sunday, September 26, 2010

Astaghfirullah! Densus 88 Biadab Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas

Medan (Arrahmah.com) - Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.


"Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara hukum. Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dakwah Daarul Syifaa.
Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum.

"Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini. Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD. Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," tegas Akhyar.
Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional.
"Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia," beber pria berjubah putih ini.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. "Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," terangnya.

Sementara itu salah seorang putri ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.

"Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah.

"Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Rabbaniyah. (padang-today/arrahmah.com)

Saturday, September 25, 2010

PELAKU WTC 9-11 BUKAN MUSLIM, TAPI PEMERINTAH AMERIKA SENDIRI!!

kompasiana.com. Pesawat menabrak gedung, gedung kebakaran, lalu GEDUNG RUBUH KARENA API MERUSAK KONSTRUKSI GEDUNG DALAM TEMPO 1 JAM.
Sekali lagi: Penyebab gedung rubuh adalah KARENA API MERUSAK KONSTRUKSI GEDUNG DALAM TEMPO 1 JAM!

Tapi apa kenyataanya, apakah betul gedung rubuh karena api?
Prof. Jonathan Barnett, An American Fire Protection Engineering berkata: “Dalam keadaan api normal, tidak mungkin gedung akan rubuh. Tapi pada kejadian 11 september 2001, saya tidak percaya struktur baja berpelindung bisa rubuh, dimanapun di dunia ini.”
(Video wawancara dapat di download di youtube.com, termasuk pernyataan2 & banyak sekali siaran-siaran langsung dari TV lokal amerika pada saat kejadian WTC 11 september 2001 dibawah ini)


Konstruksi baja “High rise steel protected structure” manapun tidak akan rubuh hanya karena api, sebesar apapun api itu. Baja bisa saja patah, tapi dalam waktu yang lama sekali dan itupun tidak dapat meledak, apalagi menjadi abu, apalagi “HIGH RISE STEEL PROTECTED STRUCTURE”, apalagi hanya dalam tempo 1 jam saja, apalagi bagian tengah gedung & bagian bawah gedung yang jauh dari api pun jadi ABU, apalagi rubuhnya hanya dalam tempo beberapa detik saja, apalagi secara keseluruhan gedung sampai dasarnya pun menjadi abu.
Bagaimana mungkin abu dari runtuhan gedung bisa mencapai ratusan meter jauhnya ke segala jika tidak didorong atau ditiup oleh ledakan yang sangat besar dari dalam gedung?

Tidak masuk akal sama sekali bagi orang eropa! Bagi orang asia sangat mungkin masuk akal!… ;D
Silahkan tanyakan kepada mahasiswa teknik sipil dari universitas manapun! Seorang rektor universitas di Amerika pun berkata di mimbar civitas akademika: “The collapses of the twin towers & building No.7 had to have been example of controlled demolition from about like thousand of explosives placed throughout each buildings. Many people in the building stated that they thought or heard explosion.”
“Runtuhnya gedung menara kembar WTC & Gedung WTC No.7 adalah contoh dari penghancuran terkontrol yang diakibatkan oleh semacam ribuan bahan-bahan peledak yang sengaja dipasang didalam setiap bangunan. Sungguh banyak sekali orang-orang di dalam gedung yang menyatakan bahwa mereka melihat atau mendengar ledakan-ledakan.”

DAN KENYATAANNYA MEMANG BANYAK SAKSI, REKAMAN VIDEO AMATIR, PARA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN, PARA PETUGAS POLISI, KORBAN YANG SELAMAT, REPORTER, SIARAN-SIARAN LANGSUNG STASIUN TV YANG MEREKAM & MENYATAKAN BAHWA DIA MELIHAT, MENDENGAR, MENYAKSIKAN, DAN MENJADI KORBAN DARI BOM-BOM DAN BAHAN-BAHAN PELEDAK LAINNYA YANG DIPASANG DIDALAM GEDUNG WTC BAIK UTARA & SELATAN.

Lantas bagaimana tega amerika berbohong bahwa gedung itu rubuh oleh api hasil tabrakan?
Padahal untuk merubuhkan gedung itu diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari besar kecilnya seluruh konstruksi yang ada agar keseluruhan gedung menjadi abu agar mudah dibersihkan. Apalagi konstruksi WTC yang sangat tinggi dan besar!
Lantas bagaimana mungkin selama berbulan-bulan “teroris” dapat keluar masuk gedung dengan membawa & memasang serta merakit bahan peledak yang sangat banyak sekali tanpa diketahui keamanan sedikitpun kecuali pemasangan peledak terkontrol itu memang direncanakan sendiri oleh amerika?

Seluruh kompleks WTC disewa baru beberapa bulan sebelum rubuh dan sebelum rubuh pun sudah sengaja di asuransikan. Jika diperhatikan rekaman runtuhnya tampak seperti teratur dari atas ke bawah, persis seperti penghancuran gedung-gedung tua untuk dibangun yang baru, tapi jika diperhatikan dengan seksama dalam gerakan video yang sangat lambat, maka bisa jelas bahwa ada beberapa bom-bom yang meledak sebelum saatnya. Hal ini jelas sekali terlihat dan silahkan saudara download dari youtube.com dengan kata kunci “911 bomb”.
Dalam siaran langsung, dimana reporter WCBS menyatakan bahwa Pesawat yang menabrak itu tidak memiliki jendela dan ada logo lingkaran biru di daerah depan serta jelas sekali bukan berasal dari daerah amerika.

Padahal, pemerintah amerika menyatakan bahwa pesawat yang dibajak adalah pesawat penumpang komersil umum “American Airline”, yang namanya pesawat penumpang ya jelas memiliki jendela, bahkan banyak sekali jendelanya. Sekarang, jika bukan pesawat penumpang komersil berjendela, berarti hanya ada 2 kemungkinan: pesawat cargo atau pesawat militer!

VIDEO AMATIR POLISI SETEMPAT: Looks someone is calling in public phone:”Yeah He is the one guy that I can tell you if I am is OK, alright?” He give the handset telephone to his friend, and the friend says:
“You want me to call your mother or something?” And suddenly there are BIG BIG HUGE EXPLOSIONS… DHUAR DHUUAAARRR!!! And Mobile camera pointed to WTC building which just across street. And they surprised and asking: What is that?

Tampak seseorang sedang menelpon melalui telepon umum: “Ya, ini ada kawan saya yang bisa memastikan pada kamu kalau saya baik-baik saja, ya?” Dia memberikan gagang telepon pada kawannya itu, dan temannya bertanya:
“Kamu ingin agar saya berbicara pada ibunya atau siapa?” dan tiba-tiba ada BEBERAPA LEDAKAN-LEDAKAN YANG SANGAT KERAS… DHUAR DHUUAAARRR !!! dan kamera hp mengarah ke gedung WTC yang hanya terletak diseberang jalan. Dan mereka heran bertanya: apa itu?

9-11 DOCUMENTARY YOU CAN’T DEBUNK! DAN BERIKUT ADALAH DOKUMENTASI-DOKUMENTASI YANG TIDAK DAPAT DIBANTAH!
CNN LIVE, AMERICA UNDER ATTACK. Siaran langsung CNN, “Katanya” amerika diserang:
“We heard recorded secondary explosions after the aircraft impacted, it was something else in the base of towers…” “Kami mendengar jelas adanya ledakan-ledakan setelah pesawat menabrak, (ledakan-ledakan) itu seperti sesuatu yang lain di dasar menara…”
LIVE, ATTACK ON AMERICA, Siaran Langsung, serangan terhadap amerika:
We heard secondary explossions going up every 15 or 20 minutes, and so it is extremely dangerour place to be…! Kami mendengar ledakan-ledakan susulan yang terjadi setiap 15 atau 20 menit, jadi itu menjadi tempat yang sangat berbahaya sekali…!
CNN LIVE, BREAKING NEWS. Siaran langsung CNN:

“…And every few minutes I heard like a small surf that I can believe a secondary explosion sounded!” “…dan setiap beberapa menit saya mendengar seperti letusan-letusan kecil yang dapat saya pastikan adalah suara dari bahan peledak!”
NBC LIVE, siaran langsung NBC:

“We are block a half away from the site where the explosions was, that area just been evacuated because police has found what they describe as explosives devices and they feels that it might be something that could lead to another explosions…
I spoke to police at the moment and they told me that they have reason to believe that one of the explosion of WTC is a sight from one that have been made curse by impacted of the planes, may have been curse by a man that was planted in the building somekinds likes explosives devices in it. So they feel that many explosive devices planted here in the building or in the jasped area!”
“Kami satu setengah blok jauhnya dari tempat dimana telah terjadi ledakan-ledakan, area itu baru saja dievakuasi karena aparat polisi telah menemukan apa yang mereka pastikan sebagai alat-alat peledak dan mereka merasakan jika itu besar kemungkinannya adalah sesuatu yang dapat menimbulkan ledakan-ledakan berikutnya…

Saya mewancarai polisi saat ini dan mereka mengatakan bahwa mereka mempunyai alasan kuat untuk meyakini jika ledakan-ledakan di WTC bukan disebabkan oleh pesawat-pesawat yang menabrak gedung, besar kemungkinan dilakukan oleh seseorang yang sengaja menanam sesuatu seperti bahan-bahan peledak aktif didalam gedung. Jadi, mereka sangat yakin bahwa banyak sekali bahan-bahan peledak yang dipasang didalam gedung atau disekitarnya!”

WAWANCARA KORBAN:
We heard another explosions and I’m telling that was the one came from the lower level. The first explosion and second explosion in the same building, it’s truth!
Kami mendengar ledakan-ledakan lainnya dan saya berkata jika ledakan itu berasal dari lantai bawah. Ledakan pertama dan ledakan kedua berada di gedung yang sama. Ini sungguh! Asli lhooo…!
WCBS Live, Siaran Langsung WCBS:
Patrol agency, they believe that they was saw some of explosive devices…! Satpam percaya bahwa mereka melihat beberapa dari bahan-bahan peledak.
“Just moment ago, I spoke to the chief of safety from fire department. Chief! Our theory was the possiblilty of the secondary devices, that is another bombs going off. He try to get his men out as quickly as he could, but he said that there’s another explosions which took place.
And then, and our after to be the first hit here on the first craft that took place. He said: “There was another explosions that took places in any one of the towers here.” He think that there were actually devices that were planted in the building. The second devices, he think: He speculated was probably planted in the buildings.”
“Beberapa saat lalu, Saya mewancarai Kepala keamanan dari Pemadam Kebakaran. Pak! pengamatan saya adalah kemungkinan adanya peledak-peledak lain, disamping bom-bom yang sudah meledak. Dia mencoba memerintahkan anak buahnya untuk segera secepatnya keluar dari lokasi sedapat mungkin, dan dia juga mengatakan ada banyak peledak-peledak lain di banyak tempat.
Lalu, kami ialah (reporter) yang pertama kali sampai kemari. Dia berkata: “Ada banyak peledak-peledak diberbagai tempat di sembarang gedung ini.” He memastikan peledak-peledak sungguhan yang dipasang didalam gedung. Sementara peledak-peledak tambahan lainnya, dia memperkirakan ditanam disekitar gedung-gedung.”
SIARAN MSNBC: First one and then the other some say after secondary explosion…! Pertama dan diikuti oleh ledakan-ledakan lainnya…!
SIARAN LAINNYA (TANPA LOGO TV): We understand now there has been secondary explosion on the tower 2! Kami sadar sekarang baru saja terjadi ledakan-ledakan pada menara nomor dua.
COURTESY ABC: … gak jelas ngomong apa… capek deh… :D

VIDEO AMATIR ANGGOTA PEMADAM KEBAKARAN:
There’s a bomb in the building! There’s a bomb in the building, start clearing out! I’m sorry you say there is a bomb? What did you say? There’s a bomb in the building, start clearing out! Got it! There’s a report of a secondary device in the area! I got a secondary device! Report of a secondary…!
Ada bom didalam gedung! Ada bom didalam gedung! Segera menyingkir jauh-jauh! Maaf, kau bilang ada bom? Apa yang kamu bilang? Ada bom didalam gedung! Segera menyingkir jauh-jauh! Saya paham! Ada yang bilang peledak-peledak tambahan di sini! Saya menemukan peledak-peledak tambahan! Lapor, ada yang menemukan peledak-peledak tambahan!

WAWANCARA ABC DENGAN MARLENE CRUZ, KORBAN YANG SELAMAT:
“Tell me how your feeling? How did you get there and what happenned to you?”
“I was on the WTC, I’m a carpenter and I gonna do a job and when I get in the elevator, 3rd elevator and I heard the first explosion and elevator blew up, those blew up and trap. I was lucky that elevator that cought between two floor.”
“Which floors?”
“B Level and Base Main Level … bla bla bla…”
Ceritakan pada kami bagaimana perasaan anda? Bagaimana anda masuk kesana dan apa saja yang terjadi pada anda?
“Saya sedang di WTC, saya tukang kayu dan saya akan melakukan sebuah tugas dan saat saya masuk ke dalam lift, lift nomor 3, saya mendengar ledakan pertama dan elevator ikut meledak, dimana-mana meledak dan terjebak. Saya beruntung saat itu karena lift terganjal diantara dua lantai.”
“Lantai yang mana?”
“Lantai B dan Lantai Dasar Utama … dst”

Wawancara dengan Stephen Evans: There was another BIIIGGG BIG EXPLOSIONS in the other tower….bla bla bla… But that big explosion from much much low, I don’t know what espouse that…
Ada ledakan yang saaaangat sangat besar di bagian menara lain… dst dsb dll… tapi ledakan besar itu datang dari tempat yang sangat-sangat rendah, saya tak habis mengerti bagaimana itu bisa terjadi… (sementara pesawat menabrak diatas tapi ledakannya dibawah).
THE ULTIMATE CON…KEBOHONGAN YANG SANGAT BESAR
Reporter NBC LIVE:
“I can told that the aircraft hit the building, bun since I get outside, I cought second explosion and another bomb bomb and more smoke and more dark. I ran inside building to clean air but again black smoke through the air.

Within 5 minutes, we were covered again with more saw and more dust and firemen has came in and said: We have to leave because there was third explosion. This building right on blast.”
“Seperti yang telah saya utarakan bahwa pesawat menabrak gedung, tapi sejak saya keluar, saya mendapati ledakan kedua dan bom bom lainnya dan banyak asap dan sangat gelap. Saya lari kedalam gedung untuk mendapatkan udara bersih tapi lagi-lagi asap hitam menutupi udara.
Dalam tempo kurang dari lima menit, kami dihujani lagi dengan lebih banyak serpihan-serpihan dan lebih banyak lagi debu lalu datanglah petugas pemadam kebakaran dan menyuruh kami segera pergi karena ditemukan rombongan peledak-peledak yang ke tiga. Gedung ini akan segera meledak.”

The EXPLOSIONS…! LEDAKAN-LEDAKAN… (Saksi lain)…
…SECONDARY EXPLOSIONS… LEDAKAN-LEDAKAN SUSULAN… (Saksi berbeda)…
…EXPLOSIVE BLOW AND NOT EVERY BODY GET OVER… Bom meledak dan tidak semua orang dapat menghindar… (Saksi lain lagi)…
FOX NEWS ALERT:
The FBI were taking photograph, securing this area, just prior to that HUGE explosion that we all are heard…! FBI sudah mengambil gambar, mengamankan lokasi ini, segera setelah ledakan DAHSYAT yang kita dengar semua…!

MOST THE VICTIMS SO FAR WERE PEOPLE OUTSIDE OF THE BLOWN UP BUILDING!
SEJAUH INI PARA KORBAN ADALAH ORANG-ORANG YANG ADA DILUAR DARI SEKITAR GEDUNG YANG MELEDAK! AMERICA RESPONS:

The sound like gun fire, bang bang bang bang, and then also three big explosions Suaranya seperti senapan api, beng beng beng beng, dan lalu diikuti tiga ledakan besar
FOX NEWS ALERT, with police officer Live, Siaran langsung FOX dengan seorang polisi:
For me the sound like…for me the sound like… an explosion… but a huge explosion…
Menurut saya suaranya seperti… Menurut saya suaranya seperti… sebuah ledakan… tapi ledakan yang sangat besar…

The building just collaps now, I saw blow! Gedung baru saja runtuh sekarang, kulihat meledak!
CNN Live siaran langsung: and another explosions…! …Dan ledakan-ledakan lainnya!
Just we saw some kind an explosion, a lot of smoke come out on the top of the tower and then collaps down into the street.

Baru saja kita saksikan sesuatu seperti ledakan, banyak sekali asap keluar dari puncak menara dan jatuh ke jalanan dibawah.
WAWANCARA DENGAN IBU-IBU, sambil menangis…: We know “BOOOM BOOOM” that gonna shaken… Kami mendengar “BUUUM BUUUM” yang mengagetkan jantung…
WAWANCARA DENGAN BAPAK-BAPAK…: BIG EXPLOSION! Ledakan yang besar cekaleeeee!
LIVE WCBS siaran langsung: …We heard very loud blasted explosions… Kami mendengar ledakan kuat yang sangat keras suaranya…
LIVE CNN siarang langsung: … And then the entire top of building just blow up… dan seluruh bagian atas menara baru saja meledak…

FOX LIVE siarang langsung: “When I try to say people at the moment, we heard a big explosion coming down, everything here went black, everything went black, people got hurt, it was a big explosion, everything got dark, real dark as you know behind me it’s all coming from building. It was terrible nightmare.”
“Ketika saya mencoba memberitahu orang-orang saat itu, kami semua mendengar ledakan sangat keras, semua disini menjadi hitam, semua menjadi hitam, ada orang yang terluka, ledakan itu sangat besar, semua menjadi gelap, sangat gelap seperti yang anda lihat dibelakang saya dan semua itu datang dari dalam gedung. Itu tadi seperti malam yang sangat mengerikan.”

FOX5 live, siaran langsung: I was down on the basement and I heard some of a lot bangs Saya sedang di lantai bawah dan saya mendengar beberapa dari banyak sekali ledakan…
NBC LIVE: …By the fourth of the explosions… diakibatkan oleh ledakan-ledakan ke empat…
I was five blocks away when I heard the explosions… Saya sekitar lima blok jauhnya saat kudengar ledakan-ledakan…

NBC news:
THIS IS CLEARLY THE WAY DESTRUCTION COLLAPS. THIS IS THE RESULT OF SOMETHING THAT IT WAS PLAN. IT’S NOT ACCIDENTAL, THE FIRST BUILDING TOWER JUST COLLAPSE AND THE SECOND TOWER HAPPENED COLLAPSE AND EXACTLY THE SAME WAY. HOW THEY CAN PUSH THIS? WE DON’T KNOW!
INI JELAS SEKALI RUNTUH DIHANCURKAN. INI HASIL DARI SESUATU YANG MEMANG DIRENCANAKAN SEBELUMNYA. INI BUKAN KECELAKAAN, GEDUNG PERTAMA BARU SAJA RUNTUH, DISUSUL GEDUNG KEDUA JUGA RUNTUH DAN SAMA PERSIS PROSES RUNTUHNYA. BAGAIMANA MEREKA BISA MELAKUKANNYA? KAMI TIDAK TAHU!
THE ULTIMATE CON(SPIRACY)… KEBOHONGAN YANG SANGAT BESAR!

SIARAN LANGSUNG: There’s a huge explosions! Ada beberapa ledakan besar! Secondary explosions! Ledakan-ledakan berikutnya! We heard report secondary Explosions after the aircraft impacted! Kami mendengar laporan adanya Ledakan-ledakan jauh setelah pesawat menabrak.
APAKAH PELEDAK DIGUNAKAN? Explosion blow…! Ledakan meletus…!
There was third explosion…! Ada ledakan-ledakan yang ketiga kalinya…!
BREAKING NEWS CNN LIVE, SIARAN LANGSUNG: Tell us what happening up there! Ceritakan pada kami apa yang sedang terjadi disana! We just witness somekind of secondary power up explosion on the WTC…! Kami baru saja menyaksikan sesuatu seperti Peledak-peledak bertenaga besar didalam gedung WTC…!

SIARAN LANGSUNG DBC 7: 2nd Building that was hit by airplane just fully collapse, the entire building has just collapse just like demolition set up. When you see demolition set up…! Gedung kedua yang tadi ditabrak oleh pesawat baru saja rubuh, seluruh gedung baru saja runtuh persis seperti gedung yang dirubuhkan dengan penghancuran disengaja. Saat anda melihat penghancuran terkontrol…!
SIARAN LANGSUNG CBS NEWS: There was another major explosions in the building it self! Ada beberapa ledakan-ledakan besar didalam gedung itu sendiri!

SIARAN LANGSUNG CNN LIVE: “There was just been a HUGE explosion, it was a cascade of sparks & fire. And now it’s looks some of like the musroom cloud. Explosions is HUGE belonging smoke in the 2nd tower. I can not see behind that smoke!”

“Baru saja terjadi ledakan yang SANGAT BESAR, serpihan-serpihan kembang api & juga api. Dan tampak saat ini seperti jamur awan raksasa dari ledakan besar dengan asap di menara ke dua. Saya sama sekali tidak bisa melihat apapun dibalik awan asap itu!”

SIARAN LANGSUNG FOX NEWS ALERT:
“Few seconds ago just a HUGE explosions & news rightnow the 2nd WTC has just collapse. The grit & the smokes is so deep where I am and again you can not see WTC even just few blocks away!”
“Beberapa saat lalu baru saja terjadi LEDAKAN YANG SANGAT BESAR & diberitakan saat ini gedung ke 2 WTC baru saja runtuh. Debu dan asap sangat tebal dimana saya berada saat ini and sekali lagi, anda tidak akan dapat melihat WTC meskipun hanya berjarak beberapa blok saja!”
EARLIER TODAY:
“You said if the sound like the bombs, you heard a big explosion before the building fell?”
“Apakah anda mengatakan jika suaranya seperti bom? Anda bilang mendengar LEDAKAN YANG BESAR sebelum gedung rubuh?”

“I saw it was happening…” “Saya melihat memang itu terjadi…”
BAGAIMANA JIKA MEMANG TERDAPAT PELEDAK TERKONTROL?
FLASH NEWS: Now I knew I got a major explosion and what appears completely collapse…! Sekarang saya sadar adanya Ledakan yang sangat besar dan seperti yang tampak ialah runtuh seluruhnya…!

ON SITE LIVE: “This is the closest we can get to the base of the WTC. You can see the firemen stand by here and Police officers and FBI agents, and you can see that two tower, HUGE EXPLOSIONS are raining away whole of us, WE GOTTA GET AWAY!!!” “Ini adalah jarak paling dekat ke dasar menara gedung WTC. Seperti yang anda lihat para anggota pemadam kebakaran dan para petugas polisi dan anggota FBI, dan anda pun dapat melihat kedua menara itu,

LEDAKAN-LEDAKAN YANG SANGAT BESAR menghujani kita semua, KITA HARUS LARI SECEPATNYA!!!”
SERINGKALI KEBENARAN LEBIH DIABAIKAN DARIPADA KENYATAAN YANG SESUNGGUHNYA!

OPERATION IRAQI FREEDOM? OPERASI PEMBEBASAN IRAQ?
GEORGE BUSH: I’M A WAR PRESIDENT… WAR IN MY MIND… GEORGE buSHIT: SAYA SEORANG PRESIDEN PERANG… PERANG DI DENGKUL SAYA…
Komentar nenek-nenek: I TOLD YOU THE PERSONS WHO BELIEVE IF THIS ALL ARE SETS UP BY OUR GOVERNMENT. ISN’T IT?

SAYA BERITAHU KEPADA SIAPA SAJA YANG PERCAYA JIKA INI SEMUA DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH KITA SENDIRI, SETUJU ATAU TIDAK? NAAAAH… SEKARANG, BAGAIMANA DENGAN SAUDARA ANGGOTA MILIS??? SETUJU ATAU TIDAK???

darimana antum dapat ini semua? silahkan download film asli siaran langsungnya di youtube.com dengan kata kunci “911 bomb” atau “911″ saja.
sekarang, jika Teroris di asia dikatakan gerombolan yang berhubungan dengan pelaku WTC 911, lantas siapa pelaku WTC sebenarnya? Osama bin Laden kah atau … siapa yang setuju dengan nenek-nenek amerika pada wawancara paling akhir tadi? jadi dalang asli teroris di asia itu bukan islam, karena tidak ada ajaran bunuh sana bunuh sini orang-orang ga berdosa sekalipun dia bukan islam.

MEREKA TELAH KEJAM MEMBUNUH 200.000 WARGANYA YANG TIDAK BERDOSA DIDALAM GEDUNG WTC DENGAN CARA YANG SANGAT SADIS SEHINGGA MAYATNYA PUN BERANTAKAN TIDAK BERWUJUD LAGI.

LEBIH KEJAM LAGI MEREKA MEMFITNAH ISLAM SEBAGAI DALANGNYA. LEBIH TIDAK PUNYA AKAL LAGI MEREKA MENYERANG AFGANISTAN & IRAK DENGAN FITNAH ANAK INGUSAN. DAN SEKARANG MASIH SAJA MEMFITNAH ISLAM DI INDIA, IRAN, DAN ASIA DENGAN ISU-ISU “TERORIS-TERORIS” DAN BOM-BOM YANG SAMA SEKALI JAUH DARI RASA KEMANUSIAAN.

mari kita gunakan akal untuk berfikir, setidaknya sedikit banyak dapat menurunkan harga jual donor otak dari orang-orang asia… :D kompasiana.com

Friday, September 24, 2010

Hidup Sejahtera Di Bawah Naungan Khilafah

Selama tiga belas abad, kaum Muslim menikmati kemakmuran yang tak tertandingi melalui penerapan aturan-aturan Islam. Kemakmuran ini tidak hanya terbatas pada kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan obat-obatan, seperti yang kita sering dengar, melainkan juga pada semua aspek kehidupan; termasuk kesejahteraan sosial, kesehatan dan pendidikan.
Hal ini tidaklah aneh karena Allah SWT berfirman:وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS al-Anbiya [21]: 107).

Pemeliharaan Kesehatan
Dalam Islam, kesehatan individu sangat dihargai, dan hal ini dianggap sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, bersama dengan makanan dan keamanan. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa pun yang dalam satu harinya bebas dari penyakit, aman dari gangguan orang lain, dan memiliki makanan pada hari itu, maka hal itu adalah seperti memiliki dunia seisinya.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Dalam Islam, memberikan kesehatan gratis dan pemeliharaan kesehatan yang layak adalah tanggung jawab Daulah Islam terhadap semua warganya; baik mereka kaya-miskin, Muslim-non-Muslim. Rasulullah saw. bersabda:

Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari).

Memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat adalah hal yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. di Madinah. Ibnu Ishaq melaporkan dalam buku Sirah-nya, bahwa sebuah kemah yang dibangun di masjid dan diberi nama seseorang yang bernama Rufaidah dari suku Aslam digunakan untuk memberikan diagnosis dan pengobatan untuk orang-orang secara gratis untuk orang-orang kaya maupun miskin. Ketika Saad bin Muadz ra. terkena panah selama Perang Khandaq, Rasulullah saw. mengatakan kepada para Sahabat untuk membawanya ke Kemah Rufaidah. Rufaidah dibayar oleh negara dari ghanimah sebagaimana yang disebutkan Al-Waqidi dalam bukunya yang berjudul Al-Maghazi.

Memberikan layanan kesehatan kepada warga negara terus berlanjut sepanjang Khilafah Islam dan kaum kafir sendiri yang menjadi saksi atas hal ini. Sebagai contoh, Gomar, salah seorang pemimpin pada masa Napoleon selama perang yang dilancarkan Prancis (1798-1801) untuk menduduki Mesir, menggambarkan pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan berusia 600 tahun yang ia lihat, “Semua orang sakit biasa pergi ke Bimaristan (rumah sakit) bagi kaum miskin dan kaum kaya, tanpa perbedaan. Dokter berasal dari banyak tempat di wilayah timur dan mereka juga mendapat bayaran yang baik. Ada apotek yang penuh dengan obat-obatan dan instrumentasi, dengan dua perawat yang melayani setiap pasien. Mereka yang memiliki gangguan fisik dan kejiwaan diisolasi dan dirawat secara terpisah.

Mereka kemudian dihibur dengan cerita-cerita dari orang-orang yang telah sembuh (baik secara fisik maupun kejiwaan) dan akan dirawat di bagian rehabilitasi. Ketika mereka selesai dirawat, setiap pasien akan diberikan lima keping emas sehingga para mantan pasien itu tidak perlu bekerja segera setelah ia meninggalkan rumah sakit.”

Seorang orientalis Prancis, Prisse D’Avennes, menggambarkan rumah sakit yang sama dengan mengatakan, “Kamar-kamar pasien terasa dingin karena menggunakan kipas besar yang terpasang dari satu sisi ruang hingga ke sisi yang lain, atau terasa hangat karena parfum yang dihangatkan. Lantai-lantai kamar pasien itu ditutupi oleh cabang-cabang (Hinna) pohon delima atau pohon aromatik lainnya.”

Kesejahteraan
Kesejahteraan masyarakat ditunjukkan oleh hadis Rasulullah saw. bersabda, “Siapa pun yang meninggalkan uang, uang itu bagi yang mewarisinya, dan siapa pun yang meninggalkan anak yang lemah, maka (tanggungjawabnya) kepada kita.” (HR Muslim). 

Dalam hal ini, negara bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal dan pakaian bagi mereka yang tidak mampu karena alasan apa pun. Kesejahteraan rakyat di bawah kekuasaan Islam adalah hasil dari penerapan hukum Allah SWT. Pemahaman bahwa Khilafah/Negara memiliki tanggung jawab terhadap rakyat adalah berdasarkan apa yang dilakukan oleh Abu Bakar ra., sebagai khalifah saat itu, yang melayani seorang perempuan yang jompo dan buta yang tinggal di pinggiran Madinah. Khalifah Umar bin al-Khattab ra. ingin juga merawatnya, tetapi menemukan bahwa Khalifah Abu Bakar ra. telah memasak makanan, membersihkan rumah dan mencuci pakaiannya untuknya. Inilah pemahaman dan rasa tanggung jawab yang sama, yang membuat Umar ra., yang ketika itu adalah khalifah, untuk kembali ke Baitul Mal. Ia memikul sendiri karung gandum makanan untuk kembali menuju rumah seorang perempuan dan anak-anaknya yang tinggal di luar Madinah, lalu memasak makanan untuk mereka. Dia menolak tawaran para pembantunya untuk membawakan karung itu dengan mengatakan, “Maukah engkau memikul dosa-dosa saya dan tanggung jawab atas saya pada Hari Perhitungan?”

Perawatan kesehatan juga berlaku untuk anak-anak. Selama masa pemerintahan Khalifah Umar ra., ada kebijakan untuk memberikan upah setiap kali seorang anak selesai masa menyusui. Namun, suatu hari Khalifah Umar ra. mendengar seorang bayi menangis kemudian dia meminta kepada ibu anak itu untuk, “Bertakwalah kepada Allah SWT atas bayi Anda dan rawatlah dia.” Kemudian ibu itu menjelaskan bahwa dia berhenti menyusui anaknya lebih awal agar dia bisa menerima upah dari Negara. Keesokan harinya, setelah fajar, Khalifah Umar ra. merevisi kebijakan itu dengan membayar upah pada saat kelahiran. Khalifah Umar ra. takut Allah SWT akan meminta pertanggungjawabannya dan dia berkata sambil menangis, “Bahkan atas bayi-bayi, ya Umar!” — yang berarti bahwa ia akan diminta pertanggungjawaban karena tindakannya yang merugikan anak-anak.

Hewan-hewan juga dilindungi oleh sang Khalifah. Ibn Rusyd al-Qurthubi meriwayatkan dari Malik bahwa Khalifah Umar ra. Pernah melewati seekor keledai yang dibebani dengan tumpukan batu. Menyadari bahwa hewan itu terlihat menderita maka dia mengeluarkan dua tumpukan batu yang diambil dari bagian belakang. Pemilik keledai itu, seorang wanita tua, datang kepada Khalifah Umar ra. dan berkata, “Wahai Umar, apa yang kau lakukan dengan keledaiku? Apakah kamu memiliki hak untuk melakukan apa yang engkau lakukan?” Khalifah Umar ra. Mengatakan, “Apa yang menurutmu yang membuatku mau mengisi jabatan ini (Khalifah)?” Yang dimaksudkan oleh Khalifah Umar ra. adalah bahwa mengambil tanggung jawab sebagai khalifah, Umar ra. bertanggung jawab atas semua hukum Islam, yang meliputi pula tindakan yang disebutkan oleh hadis Rasulullah saw., “Berhati-hatilah untuk tidak membebani punggung hewan, karena dengannya Allah SWT telah membuat mereka bisa membawamu ke tempat-tempat yang sulit bagimu untuk mencapainya, dan menciptakan bumi sehingga kamu dapat memenuhi kebutuhanmu di atas muka bumi.” (HR Abu Dawud).

Artinya, kita harus mengasihi binatang dan tidak membebani mereka. Pola-pola penyediaan bagi orang-orang dan perawatan dengan baik bagi mereka berlanjut terus pada masa Khilafah sampai saat kehancurannya pada tahun 1924. Ibnu al-Jauzi melaporkan dalam bukunya mengenai masa hidup Khalifah Umar bin Abdul Aziz, bahwa Khalifah Umar ra. pernah bertanya kepada para gubernurnya di seluruh negeri untuk menghitung jumlah semua orang buta, orang-orang berpenyakit kronis dan orang-orang cacat. Dia kemudian memberikan seorang pemandu bagi setiap orang buta dan dua orang pembantu bagi setiap orang berpenyakit kronis atau orang cacat di seluruh negeri Islam yang membentang dari Cina di timur hingga ke Maroko di barat, dan Rusia di utara hingga ke Samudra Hindia di selatan. Ibnu al-Jauzi juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar ra. meminta para gubernur itu untuk membawa kepadanya orang-orang miskin dan tidak mampu. Begitu mereka datang, beliau memenuhi semua kebutuhan mereka yang diambil dari Baitul-Mal. Dia kemudian bertanya siapa di antara mereka yang punya hutang dan tidak mampu membayarnya. Ia kemudian membayarkan hutang-hutang mereka secara penuh dengan dana yang diambil dari Baitul-Mal. Lalu dia bertanya siapakah yang ingin menikah tetapi tidak mampu. Lalu ia membayar biaya untuk pernikahan mereka. Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di bawah kekuasaan Islam sedemikian baiknya selama masa pemerintahan Khilafah Umar bin Abdul Aziz sehingga negara tidak dapat menemukan orang-orang miskin yang berhak untuk mendapatkan zakat.

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa pada masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, Negara membangun dan merawat masjid-masjid, membangun jalan, memenuhi kebutuhan rakyat, memberi uang untuk orang-orang cacat dan orang-orang sakit dan memerintahkan mereka untuk tidak mengemis melainkan meminta kepada Negara jika mereka tidak memiliki sesuatu yang mencukupi mereka. Dialah khalifah pertama yang membangun dan melembagakan Bimaristan (rumah sakit). Ia menugaskan seorang pembantu bagi setiap orang cacat, seorang pemandu bagi setiap orang buta, memberikan gaji bagi para imam masjid dan membangun “pemondokan “ bagi para pendatang dari luar dan pelancong dimana pun di wilayah Daulah Islam tersebut.

Selama masa Khilafah Umayah dan Khilafah Abbasiyah, rute para pelancong dari Irak dan negeri-negeri Syam (sekarang Suriah, Yordania, Libanon dan Palestina) ke Hijaz (kawasan Makkah) telah dibangun dengan dilengkapi “pondokan” di sepanjang rute yang dilengkapi dengan persediaan air, makanan dan tempat tinggal sehari-hari untuk mempermudah perjalanan bagi mereka. Sisa-sisa fasilitas ini dapat dilihat pada hari ini di negeri-negeri Syam. Catatan mengenai wakaf untuk beberapa rumah sakit di negeri-negeri Syam membuktikan hal ini. Sebagai contoh, ada catatan tentang wakaf Rumah Sakit An-Nuri di Allepo (Suriah) yang menyebutkan bahwa bagi setiap orang sakit mental ditugaskan dua orang pembantu yang bertanggung jawab yang memandikannya sehari-hari, menggantikan dengan baju yang bersih, dan membantunya melakukan shalat (jika mereka dapat melakukannya) dan mendengarkan al-Quran, dan menemaninya berjalan/berada di udara terbuka untuk bersantai.

Khilafah Usmani melakukan kewajiban ini juga. Hal ini terlihat dalam melayani masyarakat dengan membangun jalan kereta Istanbul-Madina yang dikenal dengan nama “Hijaz” pada masa Sultan Abdul Hamid II untuk memudahkan perjalanan para peziarah ke Makkah serta untuk meningkatkan integrasi ekonomi dan politik di daerah Arab yang jauh. Kaum Muslim kemudian bergegas untuk menyumbang dan menjadi relawan untuk membangun jalur kereta api itu, Khilafah Usmani menawarkan jasa transportasi kepada orang-orang secara gratis.

Ini hanya sebuah gambaran mengenai bagaimana kehidupan masyarakat di bawah kekuasaan Islam dulu pada masa Khilafah. Semoga Allah SWT membantu kita semua bekerja untuk mewujudkannya dan membuat kita bisa menyaksikannya dan menikmati keberadaannya lagi. Amin. [RZ Aulia: www.khilafah.com]

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More