cari cari ...

Showing posts with label palestina. Show all posts
Showing posts with label palestina. Show all posts

Wednesday, October 13, 2010

Kafilah Kemanusiaan Gaza Terhalang Masuk Mesir

Hidayatullah.com--Juru bicara resmi dari kafilah Syarianul Hayah 5 yang tengah menuju Jalur Gaza mengatakan bahwa rombongannya masih di kota Latakia, Suriah. Mereka menunggu perizinan dari pemerintah Mesir untuk menuju Arish, dan selanjutnya ke Jalur Gaza untuk menyampaikan bantuan. Demikian dilansir Al-Jazeera.net (13/10).

Zaher Berawi terkejut ketika pemerintah Mesir belum menanggapi permintaan kafilah tersebut untuk dapat menuju Arish, Mesir.


Kafilah Syarianul Hayah terdiri dari 144 truk yang membawa relawan dan bantuan dari 30 negara
Ia mengatakan bahwa pimpinan kafilah telah mengirimkan semua data mengenai rombongan kemanusiaan itu sejak tanggal 5 yang lalu, ketika berada di Damaskus.

Berawi juga mengkritik sikap pemerintah Mesir yang ingin mencegah mantan wakil parlemen Inggris, George Galloway untuk memasuki Palestina, padahal ia merupakan salah satu dari peserta dalam rombongan kafilah tersebut.

"Ini bukan kepentingan Mesir untuk mencegah orang yang ingin memperjuangkan kasus Palestina sejak lebih dari 30 tahun," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Galloway saat ini masih berada di Libanon, dan akan sampai di Suriah pada hari ini, Rabu (13/10).

Kafilah tersebut berangkat dari London pada tanggal 12 bulan lalu, dengan 144 truk yang membawa relawan dan bantuan dari 30 negara. [sdz/jzr/hidayatullah.com]

Friday, October 8, 2010

Tahanan Palestina Dilecehkan Israel

TEMPO Interaktif, Tel Aviv -- Ihsan al-Dababsi, 35 tahun, kemarin berencana menggugat tentara Israel yang melecehkan dirinya di dalam tahanan. "Aku enggak bisa tidur sepanjang malam," ujarnya. "Aku merasa dihina dan direndahkan!" Dalam sebuah cuplikan rekaman di situs video YouTube, tampak seorang tentara Israel menari perut di dekat Al-Dababsi, yang ditutup matanya.

"Suara tawa tentara itu dan musik yang mereka pasang selalu tergiang-ngiang di telingaku," kata Al-Dababsi mengenai rekaman video yang beredar di Internet itu, yang kemudian memicu kemarahan publik. Al-Dababsi mengaku telah mengontak Klub Tahanan Palestina, kelompok pembela nonpemerintah.


Kelompok ini berencana mengajukan tuntutan hukum terhadap militer Israel. Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu murka. Ia mengutuk aksi tentara negerinya itu. "Peristiwa ini memalukan angkatan bersenjata Israel," kata Netanyahu. "Menghina tahanan bukanlah cara negara Israel maupun warga Yahudi."

Al-Dababsi ditangkap pada Desember 2007. Ia didakwa sebagai anggota kelompok gerilyawan Palestina, Jihad Islam. Gara-gara itu, Al-Dababsi dihukum selama 22 bulan penjara. "Mereka membawaku ke pusat tahanan Etzion di dekat Bethlehem," ujarnya. "Setelah menanyai, mereka menaruh saya di satu koridor, menutup mataku, dan memborgolku."

Rupanya pada saat bersamaan seorang tentara Israel, dengan memakai kacamata antiultraviolet, menari perut sembari menyeringai mengikuti irama musik Arab. Tentara itu menari di dekat Al-Dababsi, yang sedang menyender di tembok. Tentara itu kemudian berulang kali menggesek-gesekkan tubuhnya ke tubuh Al-Dababsi.

"Aku tahu mereka tertawa terbahak-bahak karena ikatan penutup mataku tak kencang. Aku pun bisa melihat apa yang terjadi," kata Al-Dababsi, seraya mengatakan telah memohon kepada tentara itu untuk tidak merekam adegan tersebut. "Tapi mereka terus merekamku sembari minum alkohol serta menari." Cuplikan itu berlangsung selama satu menit.

Pemerintah Palestina menyatakan video itu telah benar-benar melanggar martabat perempuan. "Inilah gambaran yang menjijikkan mengenai penyakit mental kaum penjajah," kata Perdana Menteri Palestina Salam Fayyed. "Ini sudah barang tentu bukan kejadian yang terpisah." Ia bersyukur, berkat kemajuan media, hal-hal nista seperti ini bisa terungkap.

Hal hampir senada juga disampaikan juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri. Ia mengatakan perilaku tentara Israel itu rasisme dan tak bermoral. Video itu beredar tujuh pekan setelah seorang tentara Israel menyiarkan gambar dirinya sedang tersenyum dan bercanda di dekat seorang tahanan Palestina yang diborgol dan matanya ditutup. Aksi ini menuai kecaman.www.tempointeraktif.com

Thursday, October 7, 2010

Yahudi Makin Agresif, Mufti Al-Quds Minta UNESCO Lindungi Al-Aqsha

Al-QUDS -Syeikh Ikrimah Sabri, mufti Al-Quds, kemarin meminta UNESCO, badan PBB yang salah satu tugasnya melestarikan warisan kebudayaan dunia, agar melindungi Masjid Al-Aqsha dari rencana Yahudisasi oleh pemerintah penjajah Israel, demikian diberitakan oleh PIC. Syeikh Ikrimah memperingatkan, pemerintah penjajah Israel telah berencana meyahudikan alun-alun Dinding Buraq, sebagai bagian dari upaya memperluas tempat-tempat yang dikuasai Yahudi di komplek suci Al-Quds, sekaligus berarti menghalangi masuknya kaum muslimin ke tempat-tempat itu.


Syeikh Ikrimah menyebut negara-negara Arab dan Muslim juga mempunyai tanggung jawab besar melindungi tempat-tempat suci umat Islam.

Sementara itu, Komite Al-Quds pada Kementrian Waqaf dan Urusan Agama di Gaza memperingatkan skema baru pemerintah Zionis Israel untuk meyahudikan seluruh Alun-alun Buraq.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari kemarin, Komite Al-Quds membeberkan rencana baru pemerintah Zionis Israel yang bermaksud membuat sebuah pintu masuk utama di bawah tanah yang akan menembus tembok barat Masjidil Aqsha.

Komite Al-Quds juga mengeluarkan peringatan bahwa pemerintah penjajah Zionis Israel yang menguasai kotapraja Al-Quds berencana menggali terowongan besar dari Silwan ke alun-alun Buraq yang akan mengubah demografi area itu dan melenyapkan bangunan-bangunan terpenting di komplek itu, yakni Masjidil Aqsha dan Kubah Al-Syakhrah.

Sementara itu, Liga Ulama Palestina menyerukan kepada penduduk Palestina di Tepi Barat untuk bangkit melawan kejahatan Israel dan melindungi tempat-tempat suci umat Islam dari bahaya besar yang mengancamnya.

Liga Ulama Palestina, sebagaimana dikutip Palestine Information Center (PIC), menyatakan Senin kemarin, 4 Oktober, serangan-serangan dan pembakaran terhadap masjid-masjid di Palestina adalah kejahatan terhadap Allah.

Para ulama menegaskan bahwa pemerintah penjajah Zionis Israel-lah yang telah memberikan lampu hijau kepada para pemukim Yahudi untuk menyerbu tempat-tempat suci umat Islam.

Para pemukim Yahudi yang melakukan serangan itu aman bersembunyi karena tidak adanya sikap yang jelas dari Otoritas Palestina (Otoritas Ramallah) yang menunjukkan bahwa PA dan Israel bersekongkol, tegas Liga Ulama itu.

Segerombolan pemukim Yahudi dini hari Senin kemarin membakar Masjid Al-Anbiya di Beit Fajjar, sebelah selatan Bait Al-Lahm (Bethlehem), dan mereka masih terus berusaha untuk membakar lebih banyak masjid lagi.

Di hari yang sama, ratusan pemukim Yahudi berkumpul di Nablus mendesak pemerintah setempat untuk menghancurkan Masjid Salman Al-Farisi yang menurut mereka tidak punya izin itu.

Ribuan warga Palestina dari berbagai desa di sekitar distrik tersebut berbondong-bondong menuju masjid dan membuat pagar betis guna menghalangi para pemukim Yahudi itu menyerang masjid.

Sebuah badan yang menyebut dirinya ‘pemerintahan sipil Israel’ di Tepi Barat telah mengeluarkan perintah penghancuran masjid itu dengan dalih fasilitas kaum Muslimin itu tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari badan tersebut. Berdasarkan keputusan itu, para pemukim Yahudi “menuntut” proses penghancuran masjid itu dipercepat. www.republika.co.id

Tuesday, October 5, 2010

500 aktivis Asia bermaksud akhiri blokade Gaza

ANKARA - Sekitar 500 aktivis yang sebagian besar dari Asia akan mengambil bagian dalam konvoi bantuan ke Gaza dalam upaya untuk menghentikan blokade Israel terhadap kantung Palestina itu, menurut sebuah yayasan Turki yang memimpin konvoi bantuan ke Gaza empat bulan lalu.

Konvoi itu akan meninggalkan New Delhi di India melalui darat pada 2 Desember dan merencanakan untuk mencapai Gaza pada 27 Desember, pada ulang tahun kedua dimulainya serangan mematikan Israel terhadap wilayah yang dikuasai oleh gerakan Islam Hamas, kata Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) dalam satu pernyataan.

Konvoi itu akan melewati Pakistan, Iran, Turki dan Suriah, dari mana mereka akan berupaya untuk mencapai wilayah kantung Palestina tersebut melalui laut.

Konvoi itu akan mencakup para aktivis dari India, Pakistan, Indonesia, Jepang, Malaysia, Afghanistan, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Iran, Irak, Turki, Suriah, Mesir, Wilayah Palestina, Jordania, dan Libanon, jelas IHH.

IHH adalah salah satu penyelenggara utama di belakang armada enam kapal yang berusaha mengakhiri blokade terhadap Gaza Mei lalu dan mengirim berton-ton bantuan ke wilayah itu. www.waspada.co.id

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More