cari cari ...

Monday, February 9, 2015

Ibadah Haji di Era Khilafah tahun 1880 Tanpa Sekat Nasionalisme

 Ibadah Haji di Era Khilafah tahun 1880 Tanpa Sekat Nasionalisme. Foto-foto menarik dari tahun 1880 jamaah haji yang berasal dari 10 negara selama ibadah haji. Waktu itu, sebelum munculnya transportasi modern seperti pesawat udara komersial, perjalanan haji jauh lebih sulit dan berbahaya dan waktu perjalanan haji bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mencapai Makkah. Hal yang menarik dari foto-foto ini adalah pakaian yang berbeda dari para jamaah mencerminkan kebiasaan tempat asal mereka. Namun selama haji, identitas kebangsaan mereka seperti menghilang setiap orang memakai dua potong kain yang tidak dijahit sehingga sulit untuk mengidentifikasi kewarganegaraan mereka. Haji membawa semua bangsa dan masyarakat bersama-sama...

KUII ke-6 : Rahmat Kurnia; Syariah dan Khilafah Solusi Kemunduran Politik Umat

KUII ke-6 : Rahmat Kurnia; Syariah dan Khilafah Solusi Kemunduran Politik Umat Delegasi Hizbut Tahrir Indonesia, menegaskan syariah dan Khilafah adalah solusi bagi kemunduran peran politik umat. Karena hanya dengan Khilafah-lah umat Islam akan bisa menghadapi neoliberalism dan neoimperialisme. Hal ini disampaikan Muhammad Rahmat Kurnia dalam   dalam sesi pleno II Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6, Selasa (10/2) di Yogyakarta. Menurutnya, ancaman yang sekarang sedang dihadapi Indonesia adalah neoliberalisme dan neoimperialisme dalam semua bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Jadi, aspirasi umat Islam semestinya adalah membebaskan diri dari neoliberalisme dan neoimperialisme dalam segala bidang ini. “Lalu,...

Sri Sultan HB X Ungkap Hubungan Khilafah Utsmaniyah dengan Tanah Jawa

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) : Sri Sultan HB X Ungkap Hubungan Khilafah Utsmaniyah dengan Tanah Jawa Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan hubungan Khilafah Utsmaniyah dengan tanah Jawa. “Sultan Turki Utsmani meresmikan Kesultanan Demak pada tahun 1479 sebagai perwakilan resmi Khalifah Utsmani di tanah Jawa,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta, Senin (9/2). Peresmian tersebut, lanjut Sri Sultan, ditandai dengan penyerahan bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid. “Bendera hadiah Sultan Utsmani masih tersimpan baik di Keraton Yogya,” ujarnya. Menurutnya, Sultan Turki pula yang mengukuhkan Raden Fatah sebagai khalifatullah di Jawa. “Perwakilan Khilafah Turki di...

Hanya Khilafahlah yang Mampu Hentikan Penghinaan Terhadap Nabi SAW

Hanya Khilafahlah yang Mampu Hentikan Penghinaan Terhadap Nabi SAW Aksi Bela Rasulullah SAW di Rantau (Kab. Tapin, Prov. Kalsel) HTI Press, Rantau – Aksi bela Rasulullah SAW. juga digelar di Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Ahad (25/01). Aksi ini merupakan salah satu reaksi terhadap penghinaan majalah Charlie Hebdo, yang memuat karikatur Nabi SAW. Hampir seratus massa gabungan dari aktivis Hizbut Tahrir Indonesia dan umat Islam ini, mengecam standar ganda yang diterapkan barat. Karena dengan dalih kebebasan ekspresi, mereka berani melakukan kontroversi tersebut, namun di sisi lain, melarang para muslimah di Perancis untuk mengenakan jilbab. Aksi ini dimulai dari halaman kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten...

Baiat Syar’i Hanya untuk Khalifah dalam Sistem Khilafah, Bukan untuk Putra Mahkota Kerajaan seperti Saudi

Baiat Syar’i Hanya untuk Khalifah dalam Sistem Khilafah, Bukan untuk Putra Mahkota Kerajaan seperti Saudi. Setelah pengumuman meninggalnya Pangeran Arab Saudi, pada hari Jum’at (3 Rabi’ul Tsani 1436 H. – 23 Januari 2015 M.), dan setelah pengangkatan Putra Mahkota Sulaiman bin Abdul Aziz Al Saud, sejumlah channel TV mempublikasikan Upacara Pembaiatan Salman sebagai raja Arab Saudi guna memberikan label syariah Islam bagi rezim monarki Arab Saudi. *** *** *** Sejak rezim Al Saud menikam Khilafah dari belakang, dengan tikaman yang lebar melalui bantuan Inggris, mereka mengangkat dirinya sendiri sebagai para penguasa yang mewakili Islam secara umum, dan khususnya kelompok Sunni, yang menjaga bagian terpenting dari Semenanjung Arab,...

Barat Berupaya Melepaskan Mesir Dari Khilafah (Bagian 2)

Barat Berupaya Melepaskan Mesir Dari Khilafah (Bagian 2) Tatkala Mesir sudah berada dalam naungan Khilafah, kehidupan masyarakatnya berada dalam kesejahteraan dan kemakmuran. Seluruh kebutuhan hajat hidup masyarakatnya terjamin oleh Negara. Mesir benar-benar dalam masa keemasannya. Mesir menjadi salah satu negara kunci untuk masuk dan menguasai negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Ini karena negeri dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² ini mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya). Adapun sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, Jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan...

Menuju Umat Terbaik Melalui Tegaknya Syariah Dalam Naungan Khilafah

Menuju Umat Terbaik Melalui Tegaknya Syariah Dalam Naungan Khilafah HTI Press. Bengkulu, Ahad 18 Januari 2015.  Bertempat di Aula Anggrek Hotel Samudera Dwinka Kota Bengkulu MHTI Bengkulu menyelenggarakan Workshop Muslimah Peduli Umat dengan tema “Resolusi 2015: Menuju UmatTerbaik Melalui Tegaknya Syariah Dalam Naungan Khilafah” Hadir 30 peserta dari kalangan Pengurus MT, PERMATA dan mahasiswa. Indah KS, SP (Ketua MHTI DPD I Bengkulu) menyampaikan materi “Mereformasi akidah, meresolusi diri dengan syariat”. Dalam paparannya Indah menyampaikan bahwa akidah adalah fondasi. Maka layaknya sebuah bangunan, fondasi haruslah memiliki kekuatan. Sehingga penting bagi seorang muslim untuk senantiasa menyadari makna dan tujuan hidupnya...

Page 1 of 11912345Next
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More